POSKOTA.CO.ID - Usulan pemberian insentif bagi industri otomotif yang disampaikan Kementerian Perindustrian belum dibahas secara khusus oleh Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, rencana tersebut masih berada pada tahap awal dan belum masuk pembahasan lintas kementerian.
Purbaya menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan diskusi mendalam terkait stimulus otomotif yang diusulkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Belum, nanti saya akan diskusi sama mereka dulu. Tapi belum saya bahas tentang itu,” ujar Purbaya saat Konferensi Pers di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu, 31 Desember 2025 kemarin.
Baca Juga: JBA Indonesia Relokasi Cabang Bandung, Perluas Kapasitas Lelang
Di sisi lain, Kementerian Perindustrian terus mendorong adanya kebijakan tambahan untuk menopang kinerja industri otomotif nasional. Agus Gumiwang menilai, sektor ini memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong produksi dalam negeri di tengah tekanan ekonomi global.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil sepanjang Januari–Oktober 2025 mengalami penurunan.
Penjualan secara wholesales tercatat sebanyak 634.844 unit, turun 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan retail juga melemah menjadi 660.659 unit, atau turun 9,6 persen secara tahunan.
Penurunan serupa tercermin pada sisi produksi. Berdasarkan data Direktorat Jenderal ILMATE, produksi kendaraan nasional sepanjang 2025 tercatat 957.293 unit, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 996.741 unit.
Baca Juga: Xpeng P7+ Siap Meluncur Global, Indonesia Berpeluang Kebagian
Melihat kondisi tersebut, Agus Gumiwang menegaskan industri otomotif layak mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Ia menyebut sektor ini memiliki keterkaitan luas dengan sektor lain serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
