Akses yang lebih cepat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta turut memberikan keuntungan signifikan bagi dunia usaha, khususnya sektor perdagangan dan jasa.
Hemat Waktu Hingga 40 Menit ke Bandara dan PIK 2
Selain memangkas waktu tempuh Jakarta–Tangerang, Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg Seksi 1 juga diperkirakan mampu menghemat waktu perjalanan hingga 40 menit dari Jakarta atau Bandara Soekarno-Hatta menuju kawasan Kosambi–PIK 2.
Efisiensi waktu ini memberi dampak emosional yang nyata bagi masyarakat. Waktu yang sebelumnya habis di jalan kini bisa dialihkan untuk keluarga, produktivitas, dan aktivitas ekonomi lainnya. Bagi pelaku logistik, penghematan waktu berarti penurunan biaya operasional dan peningkatan daya saing.
Dorong Pusat Ekonomi Baru di Banten
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keberadaan tol ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitar.
“Tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah, khususnya untuk sektor logistik, sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan Banten dan sekitarnya,” ujar Dody dalam keterangannya.
Kawasan Kosambi, Teluknaga, dan sekitarnya diproyeksikan berkembang sebagai simpul ekonomi baru, mulai dari kawasan industri, pergudangan, pariwisata, hingga permukiman terpadu. Infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Infrastruktur sebagai Jawaban Tantangan Mobilitas
Pengoperasian Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg Seksi 1 menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas tantangan mobilitas perkotaan. Ketika waktu tempuh semakin singkat dan akses semakin terbuka, maka peluang ekonomi, sosial, dan investasi ikut bergerak.
Di tengah meningkatnya aktivitas kawasan Jabodetabek, kehadiran tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus menciptakan pola perjalanan yang lebih efisien dan manusiawi.
