Polisi Ungkap Kondisi Korban Sekeluarga Tewas di Warakas: Mulut Berbusa dan Ruam Kemerahan

Jumat 02 Jan 2026, 23:32 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat, 2 Januari 2025 (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat, 2 Januari 2025 (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

TANJUNG PRIOK, POSKOTA.CO.ID – Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kondisi tiga korban sekeluarga yang ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Jakarta Utara. Ketiganya ditemukan dengan mulut berbusa dan terdapat ruam kemerahan pada tubuh.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, peristiwa itu diketahui pada Senin malam.

Korban meninggal dunia terdiri dari Siti Solihah, 50 tahun, Afiah Al Adilah Jamaludin, 27 tahun, dan Adnan Al Abrar Jamaludin, 13 tahun. Sementara satu anggota keluarga lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin, 22 tahun, dilaporkan selamat.

“Ketiganya ditemukan di dalam rumah kontrakan dalam kondisi meninggal dunia. Dari hasil penanganan awal di tempat kejadian perkara, terlihat adanya busa di mulut korban dan ruam berwarna kemerahan,” ujar Onkoseno saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat, 2 Januari 2025.

Baca Juga: Kematian Sekeluarga di Warakas Tanjung Priok Masih Misterius

Onkoseno menyebut, setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga malam hari, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga mengamankan sejumlah barang dari dalam rumah untuk kepentingan penyelidikan.

“Barang bukti yang diamankan di antaranya botol, sprei, pakaian, serta beberapa benda lain yang selanjutnya akan diperiksa bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor),” jelas Onkoseno.

Ia menambahkan, ketiga jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani pemeriksaan luar dan autopsi. Namun, hingga kini polisi belum dapat memastikan penyebab kematian para korban, termasuk dugaan keracunan.

“Tidak ada (korban selamat tidak berbusa di mulutnya). Lalu (ruam merah) itu masih kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan juga oleh dokter,” terang Onkoseno.

Selain tiga korban meninggal, Onkoseno menyebut terdapat dua orang lain yang tinggal di rumah tersebut. Salah satunya baru pulang dari bekerja saat kejadian terungkap, sementara satu orang lainnya berada di dalam rumah. Keduanya tengah dimintai keterangan, dan satu di antaranya masih menjalani perawatan medis.

Baca Juga: Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Ketua RT: Baru 4 Bulan Ngontrak

“Kami masih mendalami aktivitas yang bersangkutan sebelum kejadian, termasuk ke mana saja yang bersangkutan pergi sebelum kembali ke rumah,” beber Onkoseno.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Berdasarkan keterangan awal, salah satu anak korban yang baru pulang bekerja membuka pintu rumah dan mendapati anggota keluarganya tergeletak dengan kondisi mulut berbusa, lalu meminta bantuan warga sekitar.

“Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa tiduran tapi mengeluarkan busa, kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” jelas Onkoseno.

Terkait dugaan keracunan, polisi menegaskan belum dapat menarik kesimpulan. Seluruh temuan di lokasi, termasuk botol, kemasan makanan, serta telepon genggam korban, masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.

“Secara kasat mata memang terlihat adanya ruam merah, namun apakah itu disebabkan oleh zat tertentu, kekerasan, atau faktor lain, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” kata Onkoseno.

Onkoseno menambahkan, Siti Solihah merupakan ibu rumah tangga dan orang tua tunggal. Anak-anaknya diketahui berjualan minuman untuk membantu perekonomian keluarga. Hingga kini, belum ada pihak keluarga lain yang datang ke lokasi maupun rumah sakit.

“Anaknya yang jualan es, anaknya yang perempuan yang meninggal sama satu lagi yang masih dalam perawatan itu,” ucap Onkoseno.


Berita Terkait


News Update