“Kami masih mendalami aktivitas yang bersangkutan sebelum kejadian, termasuk ke mana saja yang bersangkutan pergi sebelum kembali ke rumah,” beber Onkoseno.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Berdasarkan keterangan awal, salah satu anak korban yang baru pulang bekerja membuka pintu rumah dan mendapati anggota keluarganya tergeletak dengan kondisi mulut berbusa, lalu meminta bantuan warga sekitar.
“Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa tiduran tapi mengeluarkan busa, kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” jelas Onkoseno.
Terkait dugaan keracunan, polisi menegaskan belum dapat menarik kesimpulan. Seluruh temuan di lokasi, termasuk botol, kemasan makanan, serta telepon genggam korban, masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.
“Secara kasat mata memang terlihat adanya ruam merah, namun apakah itu disebabkan oleh zat tertentu, kekerasan, atau faktor lain, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” kata Onkoseno.
Onkoseno menambahkan, Siti Solihah merupakan ibu rumah tangga dan orang tua tunggal. Anak-anaknya diketahui berjualan minuman untuk membantu perekonomian keluarga. Hingga kini, belum ada pihak keluarga lain yang datang ke lokasi maupun rumah sakit.
“Anaknya yang jualan es, anaknya yang perempuan yang meninggal sama satu lagi yang masih dalam perawatan itu,” ucap Onkoseno.
