JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Di bawah langit mendung Jakarta Utara yang sesekali dituruni hujan, Pantai Ancol berubah menjadi ruang kebahagiaan bersama bagi keluarga-keluarga yang memanfaatkan sisa libur Tahun Baru dan libur sekolah.
Tawa anak-anak pecah di tepi air, tangan-tangan kecil sibuk menimba air laut, membangun istana pasir sederhana, dan berlarian mengejar ombak yang datang perlahan.
Di tengah cuaca yang tak sepenuhnya cerah, kehangatan kebersamaan justru terasa semakin nyata. Para orang tua berdiri tak jauh dari anak-anak mereka, mengawasi dengan mata penuh perhatian.
Sebagian menggandeng tangan si kecil yang baru belajar mengenal air laut, sebagian lain rela basah kuyup demi memastikan anak-anaknya aman dan nyaman bermain.
Baca Juga: Astara Studio Buktikan Desain Berkualitas Tidak Harus Melampaui Anggaran
Pantai tak sekadar menjadi tempat wisata, tetapi ruang temu bagi keluarga untuk melepas penat setelah rutinitas panjang di ibu kota. Halim (39) warga Condet, Jakarta Timur menjadi salah satu dari ribuan orang tua yang memilih Ancol sebagai tujuan liburan keluarga.
Bersama sang istri dan tiga anaknya, ia menghabiskan waktu dua hari dengan menginap di salah satu hotel di kawasan wisata tersebut. Bagi Halim, Ancol adalah pilihan yang paling masuk akal dekat, efisien, dan ramah untuk anak-anak.
“Dekat, efisien, ya dekat aja sih. Lebih efektif lah. Bagus juga, anak-anak suka,” ujar Halim saat ditemui Poskota, Jumat, 2 Januari 2025.
Menurutnya, liburan ini menjadi cara sederhana untuk mengisi waktu kosong anak-anak yang sudah kembali dari rutinitas sekolah. Keputusan datang ke Ancol pun diambil bersama-sama.
Baca Juga: Siap Cuan di 2026? Ini 10 Ide Bisnis Modal Kecil yang Diprediksi Bersinar Tahun Depan
“Pilihan bareng-bareng. Anak-anak pengen main pasir, main air ada, kulineran ada, mau staycation juga bisa,” ucap Halim.
Halim mengaku tidak merayakan malam Tahun Baru di Ancol. Ia dan keluarga memilih menghabiskan pergantian tahun di rumah di Jakarta Timur. Baru setelahnya, mereka berlibur ke Ancol sekaligus menginap di hotel kawasan wisata tersebut.
“Daripada pulang kena macet, ya sekalian staycation. Nunggu macet reda, hari ini baru pulang,” kata Halim.
Soal cuaca yang belakangan tak menentu, Halim mengaku tak terlalu khawatir. Menurutnya, kondisi pantai Ancol relatif aman bagi anak-anak.
“Kalau di sini enggak terlalu was-was. Ini kan laut, bukan samudra. Ombaknya enggak terlalu tinggi, masih aman,” ucapnya.
Baca Juga: Staycation Hemat! Ini 15 Hotel Murah Bandung di Bawah Rp500 Ribu
Meski demikian, Halim berharap ada perbaikan ke depan, terutama terkait fasilitas parkir.
“Parkir sih, itu aja. Lahan parkir jauh-jauh. Tapi overall oke,” katanya.
Cerita serupa datang dari Warsono (30) warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Bersama istri dan dua anaknya, ia memilih Pantai Ancol untuk menghabiskan libur sekolah anak-anaknya. Warsono mengatakan, Ancol menawarkan kenyamanan yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk kota.
“Lebih nyaman, enak, terus adem bawaannya di sini,” ujar Warsono.
Berbeda dengan Halim, pilihan berlibur ke Ancol datang langsung dari keinginan anak-anaknya. Mereka ingin bermain pantai dan menikmati pemandangan laut.
“Pilihan anak-anak. Pengen ke pantai, pengen jalan-jalan, lihat pemandangan. Kayaknya cakep banget,” kata Warsono.
Warsono dan keluarga tidak datang saat malam Tahun Baru. Mereka baru tiba setelah pergantian tahun, menyesuaikan dengan jadwal libur sekolah yang akan segera berakhir. Baginya biaya tiket masuk Ancol juga masih tergolong terjangkau.
“Ini liburan anak sekolah. Senin sudah masuk, berempat Rp140 ribu. Murah,” katanya.
Meski cuaca mendung dan terkadang hujan turun, Warsono tak merasa was-was. Ia pun memilih menggunakan transportasi umum KRL ke lokasi wisata untuk menghindari kemacetan. (cr-4)
