Baca Juga: Leapmotor B10 Setir Kanan Mengaspal, Seberapa Siap untuk Pasar Indonesia?
Lebih jauh, Kukuh menilai persepsi konsumen Meksiko terhadap produk otomotif Indonesia terus mengalami perbaikan. Kualitas menjadi faktor penting yang mulai diakui oleh pasar setempat.
“Dengan ekonominya, mereka (Meksiko) baru tahu ‘oh produk-produk Indonesia boleh nih’. Itu yang menjadikan potensi pasarnya besar,” ucapnya.
Tak hanya kendaraan utuh, hubungan dagang otomotif Indonesia dan Meksiko juga mencakup ekspor komponen. Bahkan, mesin kendaraan produksi Indonesia tercatat menjadi salah satu komoditas yang diminati.
“Mereka impor mesin mobil dari Indonesia, itu yang menarik pada pasar Amerika Selatan,” kata Kukuh.
Meski peluangnya besar, ekspor mobil rakitan Indonesia ke Meksiko pada tahun ini diperkirakan menghadapi tantangan baru. Pemerintah Meksiko diketahui menerapkan tarif impor sebesar 35 persen bagi negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA).
Kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi daya saing harga mobil buatan Indonesia di pasar Meksiko, sekaligus menjadi pekerjaan rumah baru bagi industri otomotif nasional dalam menjaga momentum ekspor.
