Ikuti Arahan Gubernur, Jakpro Atur Penjualan Tiket Planetarium Jakarta 50 Persen Online dan 50 Persen Langsung

Kamis 01 Jan 2026, 14:23 WIB
Head of Strategic Business Unit (SBU) Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A. Christiana (kanan) saat di wawancarai awak media. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Head of Strategic Business Unit (SBU) Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A. Christiana (kanan) saat di wawancarai awak media. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

“Kami mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi. Setiap pelanggaran terhadap sistem yang berlaku akan kami tindak sesuai ketentuan,” ungkap Anya.

Anya menyebut, saat ini Planetarium Jakarta  hadir dengan konsep baru berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang memungkinkan interaksi edukatif dengan pengunjung.

"Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya revitalisasi TIM sebagai ekosistem seni, budaya, dan pengetahuan yang modern serta terbuka bagi publik," ujarnya. 

Ke depan, Anya pun memastikan upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus dilakukan agar Planetarium Jakarta dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus kami lakukan agar Planetarium Jakarta dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Anya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku telah bertemu langsung dengan pengurus Planetarium Jakarta dan melakukan peninjauan ke lokasi. 

Baca Juga: Belum Subuh, Pasukan Oranye Bersihkan Jakarta usai Perayaan Tahun Baru 2026

Dari hasil pertemuan itu, diketahui bahwa seluruh jadwal kunjungan hingga akhir Desember telah terisi penuh sejak dibukanya kembali wahana edukasi astronomi tersebut.

"Jadi kemarin saya sudah ketemu dengan pengurus Planetarium. Kebetulan kemarin saya ke Planetarium dan memang keluhannya baru dibuka itu sampai dengan tanggal 31 (Desember) sudah full booked," ucap Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 29 Desember 2025 lalu.

"Padahal banyak sekali warga yang kemudian ingin menggunakan untuk liburan," sambungnya. 

Atas dasar itu, Pramono meminta pihak pengelola untuk mengubah skema penjualan tiket Planetarium Jakarta. Ia menyebut pembagian kuota tiket, yakni 50 persen dijual secara online dan 50 persen lainnya dijual langsung melalui loket di lokasi.

"Saya sudah memutuskan, yang 50 persen itu melalui online, 50 persen secara langsung ticketing di lokasi. Karena kasihan banyak yang sudah datang dari mana-mana, terutama dari daerah," ujar Pramono. 


Berita Terkait


News Update