Bahkan, Pramono mengatakan, tingginya minat masyarakat tidak hanya datang dari warga Jakarta, tetapi juga dari daerah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.
"Yang mengejutkan itu dari Depok, Bekasi, Tangerang, kemarin banyak sekali yang hadir. Mereka minta untuk ticketing-nya tidak semuanya melalui online. Jadi kemarin saya sudah putuskan 50 persen secara langsung, 50 persen dengan online," kata Pramono.
Terkait kekhawatiran adanya praktik percaloan dalam penjualan tiket langsung, Pramono dengan tegas membantah hal tersebut. Ia memastikan tidak akan mentoleransi adanya calo dalam penjualan tiket Planetarium.
"Enggak ada, enggak ada calo. Enggak mungkin ada calo," ungkap Pramono.
Bahkan, Pramono menegaskan akan meminta pertanggungjawaban langsung dari Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin selaku pengelola apabila ditemukan praktik percaloan di lapangan.
"Kalau ada calo, yang saya minta tanggung jawab Dirut Jakpro. Saya sudah pesan wanti-wanti enggak boleh ada calo," ujarnya.
Sebagai informasi, Planetarium Jakarta memiliki 228 kursi. Namun, hanya 200 kursi yang difungsikan untuk pengunjung. Dengan empat kali pertunjukan per hari, Planetarium Jakarta mampu menampung sekitar 800 penonton setiap harinya. (cr-4)
