Terluka Saat Menyelamatkan Diri, Pemilik Ceritakan Warungnya Dibakar Oknum Saat Kerusuhan di Kalibata

Jumat 12 Des 2025, 20:22 WIB
Cerita Andi (55) pemilik warung makan khas Sunda yang panik menyelamatkan diri ketika terjadi kerusuhan debt collector di Kalibata, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Cerita Andi (55) pemilik warung makan khas Sunda yang panik menyelamatkan diri ketika terjadi kerusuhan debt collector di Kalibata, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Setelah berhasil menyelamatkan diri, tiga karyawan lainnya ikut melompat. Beruntung para karyawan selamat dan tidak terluka karena kawat duri telah mengenai Andi terlebih dahulu.

Pria asal Bekasi yang baru membuka warung makan sekitar satu tahun ini mengaku syok dengan kejadian itu.

Apalagi sebagai pedagang, ia sama sekali tidak mengetahui permasalahan bentrokan yang terjadi.

Baca Juga: Imigrasi Bandara Soetta Optimalkan Alur Pemeriksaan di Periode Libur Nataru

"Kalau apinya dari itu kita kan punya banner nih. Kita tutup di depan. Banner tuh yang dibakar duluan," ucap dia.

Andi menyampaikan, dirinya masih berharap mendapatkan perhatian. Apalagi dalam kasus ini pedagang sama sekali tidak mengetahui kasus yang terjadi.

"Nah kalau warung sendiri biasanya kita buka dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam," ujar Andi.

Sementara itu, Aripin, pedagang pecel lele juga mengaku sangat syok dengan kejadian malam itu.

Baca Juga: Maling Motor di Bogor Terekam CCTV, Sekali Beraksi Hampir Gasak Dua Unit

Ia juga nyaris menjadi korban karena disebut dituduh sebagai kubu salah satu dari dua korban.

"Sangat syok, apalagi pas ditanya kan 'kamu orang mana', saya bilang 'saya orang Medan'. Nah abis itu saya langsung dilepas," kata Aripin.

"Motor saya juga kena, terbakar. Makanya saya juga bingung ini kalau udah begini gimana. Saya juga enggak tau apa-apa soalnya," katanya.


Berita Terkait


News Update