SERANG BARU, POSKOTA.CO.ID – Puluhan warga Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, menggeruduk kantor PDAM Tirta Bhagasasi. Aksi mereka yang menggunakan atribut pocong itu sempat viral di media sosial dan menuai banyak komentar.
Dalam narasi video yang beredar, warga mengaku telah mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah namun tak kunjung mendapatkan kepastian aliran air PDAM.
Setelah dilakukan penelusuran, wilayah yang belum teraliri air berada di Perumahan Ningrat, Desa Jayasampurna. Namun saat ditelusuri, ternyata perumahan tersebut belum berpenghuni.
“Jadi, ceritanya mereka itu udah ngasih DP (dana pertama) ke PDAM sebesar 2M. Cuma tidak ada tindak lanjut dan kejelasan,” ujar Mukshin, Kepala Desa Jayasampurna, saat dikonfirmasi, Jumat 12 Desember 2025.
Baca Juga: Sopir MBG Penabrak Puluhan Siswa SDN 01 Kalibaru Ditetapkan Tersangka
Mukshin menyebut sebagian besar penghuni Perumahan Ningrat belum resmi tercatat sebagai warga Desa Jayasampurna.
Selain itu, aksi unjuk rasa tersebut tidak pernah dilaporkan kepada pihak desa.
“Mereka belum resmi jadi warga desa Jayasampurna. Saya enggak tahu terkait demo tersebut, soalnya enggak ada tembusan ke desa. Saya bilang apa adanya,” ucap Mukshin.
Ia menegaskan hingga kini tidak ada laporan resmi yang masuk ke pemerintah desa terkait keluhan air PDAM.
Baca Juga: Kejari Bogor Gelar Bakti Sosial hingga Tanam Pohon
“Kami sebagai pemerintah tidak mengetahui karena memang tidak ada yang tembusan ke desa. Kalaupun ada, sudah pasti kami bantu. Cuma memang infonya mereka sudah DP besar ke PDAM,” katanya.
