Baca Juga: Pria di Tangerang Ditangkap usai Ketahuan Curi Pipa Tembaga AC
Menurutnya, rumah yang ditempati keluarga itu dibangun pada tahun 2000 dan tak pernah direnovasi.
Kondisi bangunan semakin parah setelah sebuah pohon tumbang menimpa atap rumahnya beberapa waktu lalu.
"Saya tidak mampu memperbaikinya, jadi dibiarkan saja. Sampai sekarang masih berantakan," tuturnya.
Lebih lanjut, yang membuat hatinya semakin sedih ialah keluhan anak-anak yang kerap membandingkan kondisi rumah mereka dengan rumah teman-temannya.
"Kadang mereka bilang, 'Pak, rumah orang bagus-bagus.' Saya jawab, jangan lihat ke atas dulu. Sabar, insya Allah ada rezekinya," ucapnya.
Meski hidup serba kekurangan, Cacang tetap bekerja karena tidak memiliki keahlian lain dan harus menafkahi keluarga.
Setelah bertahun-tahun mengikuti berbagai seleksi seperti CPNS, PPPK, tahun ini ia akhirnya dinyatakan lolos sebagai PPPK Paruh Waktu.
"Nomor NIP sudah keluar. Tinggal menunggu pelantikan bulan Desember ini informasinya. Alhamdulillah ada pengangkatan," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Di balik kabar baik tersebut, Cacang menyimpan satu harapan besar yakni ingin memiliki rumah yang layak untuk berlindung keluarganya.
"Pinginnya punya rumah layak, tidak harus mewah. Yang penting tidak bocor dan tidak takut roboh," ujarnya.
