LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Kisah pilu menyelimuti kehidupan seorang tenaga honorer SMPN 2 Cibadak, Cacang Hidayat 55 tahun warga Kampung Sanding, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.
Ia beserta keluarganya tinggal di rumah tak layak huni. Cacang mengabdi selama 24 tahun di SMPN 2 Cibadak sebagai penjaga sekolah dan perpustakaan.
Namun, pengabdiannya itu tak berbanding lurus dengan kondisi kehidupannya saat ini.
Ia bercerita sudah 24 tahun menempati rumah ini bersama istri dan anak-anaknya. Tetapi, ia tak kuasa membenahi rumahnya tersebut karena keterbatasan biaya.
Baca Juga: Rano Karno Sebut Indeks Ketimpangan Gender di Jakarta Turun
Pasalnya, ia hanya bekerja sebagai pegawai honorer dengan penghasilan sekira Rp556 ribu perbulan.
"Penghasilan dari hasil pekerjaan saya hanya cukup buat menyambung hidup. Itu pun dicukup-cukupin. Sehingga tidak bisa buat perbaiki rumah," ungkap Cacang, Jumat 12 Desember 2025.
Cacang menuturkan jika dirinya mulai bekerja sebagai pegawai honorer pada bulan Juni 2001 lalu.
Selama lebih dari 24 tahun mengabdi, ia tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh ikhlas meski penghasilannya hanya sebesar Rp556.000 per bulan.
Baca Juga: Maling Motor di Bogor Terekam CCTV, Sekali Beraksi Hampir Gasak Dua Unit
"Cukup tidak cukup, ya itu yang ada. Kami atur seadanya. Kadang ada tambahan dari kebun, atau istri bantu kerja. Alhamdulillah masih bisa bertahan," katanya.
