Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim saat menghadiri kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang digelar di Aula Desa Purabaya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur. (Sumber: Istimewa)

Daerah

Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim Dorong Penguatan Kewirausahaan Pemuda Berbasis Potensi Lokal di Cianjur

Kamis 11 Des 2025, 23:48 WIB

CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kewirausahaan pemuda sebagai strategi pembangunan daerah pada kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang digelar di Aula Desa Purabaya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Rabu, 10 Desember 2025.

Menurut Abdul Karim, pembangunan daerah tidak lagi cukup bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi harus diarahkan pada pemberdayaan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi.

Ia menilai, tingginya angka pengangguran terbuka di Indonesia, terutama di kalangan usia produktif mengharuskan adanya pergeseran paradigma dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

“Pemuda adalah aset strategis. Jika kita tidak menyiapkan mereka menjadi wirausaha yang tangguh dan inovatif, maka potensi daerah akan sulit berkembang optimal,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Soroti Krisis Pembuangan Sampah di Cianjur Selatan, Minta Pemkab Segera Bangun TPA

Abdul Karim menilai Cianjur memiliki modal besar untuk tumbuh sebagai daerah yang digerakkan oleh wirausaha muda. Mulai dari sektor pertanian seperti Padi Pandanwangi dan hortikultura, pariwisata alam, hingga ekonomi kreatif, seluruhnya menyimpan peluang besar untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, kata dia, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan pemuda karena masih menghadapi sejumlah kendala. “Rendahnya literasi bisnis, sulitnya akses modal awal, hingga lemahnya ekosistem pendukung membuat pemuda kita berada pada level Starter dan Survival. Banyak yang semangat berusaha, tetapi tidak didukung kompetensi manajemen dan jejaring,” ujar Karim.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar usaha pemuda masih berskala mikro dan mengandalkan model bisnis tradisional, dengan literasi keuangan dan pemasaran digital yang masih rendah.

Momentum Krusial

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur tersebut menilai periode 2025–2030 merupakan masa krusial dalam rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten Cianjur. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk memperkuat kewirausahaan pemuda berbasis potensi lokal.

“Cianjur harus punya peta jalan (roadmap) yang jelas dan terarah tentang bagaimana menyiapkan pemuda menjadi wirausaha mandiri. Tidak bisa lagi program dilakukan secara insidental tanpa pendampingan lanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Tutup Liga Futsal Pelajar Proton Series Championship 2025 di Cianjur, Anggota DPRD Jabar Abdul Karim: Tumbuhkan Mental Kompetitif Atlet Muda

Menurutnya, roadmap tersebut harus mencakup tiga dimensi penguatan kapasitas pemuda yakni, pengetahuan (Knowledge Capacity) melalui pelatihan bisnis, legalitas usaha, dan literasi teknologi; keterampilan (Skill Capacity) seperti produksi, digital marketing, negosiasi, dan public speaking dan; sumber daya (Resource Capacity), mulai dari akses modal, akses pasar, hingga pendampingan teknologi.

“Pemuda harus dibekali kemampuan inovasi, kreativitas, dan toleransi terhadap risiko agar mampu bertahan dan tumbuh. Kita ingin mereka menjadi entrepreneur sejati, bukan hanya pedagang,” kata Abdul Karim.

Pengembangan Potensi Lokal

Abdul Karim juga menekankan pentingnya mendorong usaha pemuda pada sektor-sektor yang menjadi keunggulan daerah. Ia menilai pengembangan kewirausahaan harus berbasis pada keunggulan komparatif sekaligus keunggulan kompetitif.

“Tanah Cianjur subur dan punya banyak komoditas unggulan. Tapi jangan berhenti pada menjual bahan mentah. Pemuda harus didorong masuk ke hilirisasi, pengolahan, dan inovasi produk agar nilai tambahnya lebih besar,” ujarnya.

Adapun sektor potensial yang dapat dikembangkan pemuda antara lain dikatakannya, yaitu agro-industri berbasis Padi Pandanwangi, kopi, dan hortikultura; pariwisata komunitas, termasuk homestay, pemandu wisata, dan layanan pendukung; ekonomi kreatif, seperti kerajinan, kuliner khas, hingga konten digital; ekosistem pentahelix harus dioptimalkan.

Dalam pemaparannya, Abdul Karim menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi Pentahelix ini disebutnya sebagai kunci keberhasilan pembangunan ekosistem kewirausahaan yang terpadu.

“Selama ini program pelatihan dari dinas sering berhenti di satu tahap. Tidak ada inkubasi, tidak ada follow-up. Akhirnya banyak usaha muda yang mati di tahun pertama. Ini harus diubah,” katanya.

Ia pun mendesak Pemkab Cianjur untuk menjadikan penguatan youthpreneurship sebagai prioritas pembangunan, mengingat perannya yang signifikan dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), dan menggairahkan ekonomi lokal.

Mengakhiri paparan, Abdul Karim berharap hasil kajian yang disampaikan dapat menjadi panduan konkret bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam merumuskan kebijakan penguatan kewirausahaan pemuda.

“Kalau Cianjur ingin maju, maka pemudanya harus diberdayakan. Dengan roadmap yang tepat, potensi daerah yang kaya, dan ekosistem yang solid, saya optimistis Cianjur dapat melahirkan banyak wirausaha muda yang kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia memastikan, akan terus mengawal kebijakan ini melalui fungsi pengawasan dan legislasi di DPRD Jawa Barat.

Tags:
Abdul KarimKewirausahaanpemudaCianjurDPRD Jabar

Guruh Nara Persada

Reporter

Mohamad Taufik

Editor