BEKASI SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana mempercepat pembangunan sistem ducting dan peremajaan fasilitas perkotaan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, penataan kota berbasis sistem ducting tidak hanya bertujuan merapikan kabel, tetapi juga berkaitan dengan aspek keamanan publik.
“Penataan kota melalui sistem ducting bukan hanya soal mempercantik wajah kota, tetapi juga menyangkut keselamatan nyawa. Dalam beberapa kasus, kabel yang menjuntai rendah bahkan bisa menimbulkan korban,” kata Tri, Jumat, 5 Desember 2025.
Tri memastikan proyek infrastruktur telekomunikasi tersebut tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. Investasi tahap awal diperkirakan mencapai Rp180 miliar, mencakup pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah kawasan prioritas.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Siapkan Rp180 Miliar Tata Kabel Fiber Bawah Tanah, Tahap Awal Tahun Depan
“Selain melakukan penataan sistem ducting, Pemkot Bekasi juga akan melakukan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga peremajaan trotoar yang ramah pejalan kaki,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bekasi menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot.
Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja menyampaikan, pihaknya siap mendukung pembangunan kota yang lebih tertata dan selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Proyek ducting ini adalah wujud nyata komitmen kami. Kami menyediakan fasilitas penempatan kabel telekomunikasi, khususnya fiber optik, yang ditanam di bawah tanah. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bekasi,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Kunjungi Korban Bencana di Sumbar, Turut Berangkatkan Tim Kesehatan dan Logistik
Menurutnya, proyek ducting akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis yang memiliki kompetensi di bidang infrastruktur jaringan.
Dinilai mendesak, ia mengatakan pihaknya juga akan segera menyelesaikan tahapan administrasi hingga teknis pelaksanaannya.
“Kami menargetkan proses pemilihan mitra dimulai pada Desember 2025 atau selambat-lambatnya Januari 2026,” tuturnya. (cr-3)
