Ketidakmaksimalan pendinginan mesin juga membuat kipas radiator bekerja lebih berat, sehingga konsumsi bahan bakar ikut terdorong naik.
Mengganti cairan radiator dengan yang baru akan membantu memulihkan efisiensi sistem pendingin agar mesin tetap berada pada suhu ideal.
3. Mencegah Overheating dan Kerusakan Komponen
Kasus overheating sering kali bermula dari persoalan sederhana: kualitas cairan radiator yang menurun, kotor, atau volumenya kurang.
Ketika suhu mesin melewati batas aman, risiko kerusakan pada komponen vital seperti gasket kepala silinder, piston, hingga potensi retaknya blok mesin meningkat signifikan.
Pengurasan radiator secara berkala menjadi langkah pencegahan yang jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan akibat overheat.
4. Coolant tidak Sama dengan Air Biasa
Masih banyak pengendara yang mengisi radiator dengan air sumur atau air keran, padahal cairan tersebut mengandung mineral yang dapat memicu pembentukan kerak.
Baca Juga: Chery Hadirkan Program Towing Gratis Bantu Pemilik Mobil Terdampak Banjir di Sumatera
Coolant atau cairan radiator khusus mengandung aditif anti-karat, anti-beku, dan penyeimbang pH yang berfungsi menjaga kebersihan dan stabilitas sistem pendingin.
Namun aditif tersebut memiliki masa pakai. Jika sudah melewati batas efektifnya, coolant dapat berubah sifat dan justru menimbulkan risiko korosi. Oleh karena itu, pengurasan tetap diperlukan meski radiator tampak bersih dari luar.
5. Radiator Terawat untuk Mesin yang Lebih Tahan Lama
