Tak Punya Pelatih, Timnas Indonesia Jadi Satu-satunya Negara ASEAN yang Absen di FIFA Matchday November 2025

Selasa 11 Nov 2025, 18:50 WIB
Media Vietnam Heran: Absennya Timnas Indonesia di FIFA Matchday Jadi Fenomena Langka di Asia Tenggara. (Sumber: Instagram/@timnasindonesia)

Media Vietnam Heran: Absennya Timnas Indonesia di FIFA Matchday Jadi Fenomena Langka di Asia Tenggara. (Sumber: Instagram/@timnasindonesia)

The Thao247 menyebutkan bahwa keputusan ini bisa berdampak pada peringkat Indonesia di FIFA.

Pasalnya, negara-negara lain di Asia Tenggara—seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia—tetap menggelar pertandingan uji coba untuk menjaga stabilitas performa dan poin mereka.

“Sebagian besar negara anggota FIFA memanfaatkan waktu ini untuk berkompetisi di tingkat internasional, sehingga mempertahankan performa dan poin mereka di peringkat FIFA,” tulis The Thao247.

Dengan tidak adanya pertandingan, Indonesia berpotensi mengalami penurunan poin otomatis, karena negara lain terus menambah nilai dari hasil pertandingan mereka.

Terakhir Absen Tahun 2015

Menariknya, terakhir kali Timnas Indonesia tidak memanfaatkan FIFA Matchday adalah pada Juni 2015, ketika FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI akibat campur tangan pemerintah dalam urusan sepak bola.

Kala itu, Indonesia diisolasi dari seluruh aktivitas sepak bola internasional selama lebih dari setahun.

Namun, absennya kali ini jauh berbeda — bukan karena larangan, melainkan keputusan strategis internal.

Media Vietnam menilai hal ini sebagai "kejadian langka dalam sepak bola modern", sebab di era di mana setiap negara berlomba mengumpulkan poin, Indonesia justru memilih rehat.

PSSI dan Misi Jangka Panjang

Menurut laporan yang dikutip dari beberapa sumber lokal, PSSI kini tengah menyusun rencana jangka panjang untuk membangun fondasi sepak bola nasional yang lebih stabil.

Langkah ini termasuk restrukturisasi tim pelatih, pembinaan usia muda, serta proyek pengembangan jangka menengah menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030.

Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI, juga sempat menegaskan bahwa federasi tidak terburu-buru menunjuk pelatih baru, karena ingin memastikan sosok yang dipilih benar-benar cocok dengan visi besar federasi.

“Kami ingin pelatih yang bukan hanya jago di taktik, tapi juga punya visi membangun fondasi Timnas ke depan,” ujarnya.


Berita Terkait


News Update