Media Vietnam Heran: Absennya Timnas Indonesia di FIFA Matchday Jadi Fenomena Langka di Asia Tenggara. (Sumber: Instagram/@timnasindonesia)

OLAHRAGA

Tak Punya Pelatih, Timnas Indonesia Jadi Satu-satunya Negara ASEAN yang Absen di FIFA Matchday November 2025

Selasa 11 Nov 2025, 18:50 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ada yang berbeda dari suasana FIFA Matchday bulan November 2025 ini. Biasanya, media olahraga Tanah Air ramai membahas jadwal uji coba Timnas Indonesia, pemain yang dipanggil, atau strategi pelatih baru. Namun kali ini, justru sepi. Tidak ada kabar “Garuda Calling”, tidak ada laga persahabatan, dan tak ada euforia pertandingan.

Yang menarik, media Vietnam, The Thao247, menyoroti hal ini dengan rasa heran. Dalam artikelnya, mereka menyebut absennya Timnas Indonesia sebagai kejadian langka dalam satu dekade terakhir.

“Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Timnas Indonesia tak akan diperkuat Garuda Calling pada laga FIFA Matchday November nanti,” tulis TheThao247.

Baca Juga: Update Terbaru Isu Kenaikan Gaji Pensiunan 2025, Taspen Beri Penjelasan Resmi

Kenapa Timnas Indonesia Absen di FIFA Matchday?

Menurut laporan tersebut, absennya Indonesia bukan karena larangan atau hukuman FIFA seperti tahun 2015, tetapi karena PSSI belum memiliki pelatih kepala usai berpisah dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025.

Federasi sepak bola nasional ini masih dalam proses mencari sosok yang dianggap tepat untuk membawa Timnas menuju target jangka panjang, terutama menghadapi siklus baru menuju Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia berikutnya.

PSSI disebut lebih fokus mempersiapkan Timnas U22 (atau U23) yang akan berlaga di SEA Games 2025.

“PSSI masih belum memiliki pelatih kepala baru dan memprioritaskan fokus pada Tim U23 Indonesia,” tulis TheThao247 dalam laporannya.

Fokus Sementara: Timnas U23 Indonesia vs Mali U23

Sebagai pengganti agenda FIFA Matchday untuk tim senior, PSSI memberikan kesempatan kepada Timnas U23 Indonesia untuk menjalani dua laga uji coba melawan Mali U23 di Bogor pada 15 dan 18 November 2025.

Laga ini menjadi ajang penting bagi tim muda Garuda untuk mengasah mental, taktik, serta kekompakan menjelang pesta olahraga Asia Tenggara tahun depan.

Meskipun demikian, absennya tim senior di kalender resmi FIFA tetap menjadi sorotan publik dan media internasional.

Dampak ke Ranking FIFA

The Thao247 menyebutkan bahwa keputusan ini bisa berdampak pada peringkat Indonesia di FIFA.

Pasalnya, negara-negara lain di Asia Tenggara—seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia—tetap menggelar pertandingan uji coba untuk menjaga stabilitas performa dan poin mereka.

“Sebagian besar negara anggota FIFA memanfaatkan waktu ini untuk berkompetisi di tingkat internasional, sehingga mempertahankan performa dan poin mereka di peringkat FIFA,” tulis The Thao247.

Dengan tidak adanya pertandingan, Indonesia berpotensi mengalami penurunan poin otomatis, karena negara lain terus menambah nilai dari hasil pertandingan mereka.

Terakhir Absen Tahun 2015

Menariknya, terakhir kali Timnas Indonesia tidak memanfaatkan FIFA Matchday adalah pada Juni 2015, ketika FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI akibat campur tangan pemerintah dalam urusan sepak bola.

Kala itu, Indonesia diisolasi dari seluruh aktivitas sepak bola internasional selama lebih dari setahun.

Namun, absennya kali ini jauh berbeda — bukan karena larangan, melainkan keputusan strategis internal.

Media Vietnam menilai hal ini sebagai "kejadian langka dalam sepak bola modern", sebab di era di mana setiap negara berlomba mengumpulkan poin, Indonesia justru memilih rehat.

PSSI dan Misi Jangka Panjang

Menurut laporan yang dikutip dari beberapa sumber lokal, PSSI kini tengah menyusun rencana jangka panjang untuk membangun fondasi sepak bola nasional yang lebih stabil.

Langkah ini termasuk restrukturisasi tim pelatih, pembinaan usia muda, serta proyek pengembangan jangka menengah menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030.

Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI, juga sempat menegaskan bahwa federasi tidak terburu-buru menunjuk pelatih baru, karena ingin memastikan sosok yang dipilih benar-benar cocok dengan visi besar federasi.

“Kami ingin pelatih yang bukan hanya jago di taktik, tapi juga punya visi membangun fondasi Timnas ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Kesaksian Warga saat Temukan Mayat Pria dengan Tangan dan Kaki terikat di Pinggir Tol Jagorawi

Apa yang Bisa Dipetik dari Situasi Ini?

Absennya Timnas Indonesia di FIFA Matchday memang disayangkan banyak pihak. Namun di sisi lain, hal ini bisa jadi momen refleksi bagi PSSI untuk berbenah.

Setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026, waktu jeda ini dapat dimanfaatkan untuk menata ulang strategi, mencari pelatih ideal, dan menyiapkan regenerasi pemain.

Selain itu, laga uji coba Timnas U23 melawan Mali bisa menjadi ajang pembuktian generasi muda bahwa sepak bola Indonesia punya masa depan cerah.

Walau absen di FIFA Matchday November 2025 menjadi berita yang mengundang tanya, keputusan ini tidak serta-merta negatif.

Jika PSSI mampu menggunakan waktu ini untuk menyusun strategi matang dan menemukan pelatih yang tepat, maka keheningan sementara ini bisa menjadi awal dari kebangkitan baru Garuda.

Bagi pecinta sepak bola nasional, tentu ada harapan besar bahwa di FIFA Matchday berikutnya, bendera Merah Putih kembali berkibar di lapangan internasional dengan semangat yang lebih solid.

Tags:
The Thao247PSSI FIFA Matchday 2025Timnas Indonesia

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor