Baca Juga: Ditetapkan sebagai ABH, Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta Dijerat Dua Pasal
“Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Satuan pendidikan tidak boleh abai terhadap kesehatan mental anak. Sekolah harus menguatkan implementasi sekolah ramah anak serta membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan yang aktif,” terang Margaret.
Selanjutnya, Margaret mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk di dunia digital. Dia menegaskan, anak-anak membutuhkan dukungan kuat dari orang tua dan sekolah.
"Pengawasan tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia siber. Konten negatif seperti kekerasan, pornografi, dan judi online harus menjadi perhatian bersama,” ucap Margaret.
