Harga iPhone 17 Pro Max Cuma Rp25.000? Begini Penjelasan Soal Redenominasi Rupiah yang Viral

Selasa 11 Nov 2025, 20:50 WIB
Benarkah iPhone 17 Pro Max Dijual Rp25.000 di Indonesia? Ini Fakta di Balik Wacana Redenominasi Rupiah (Sumber: Dok/iPhone)

Benarkah iPhone 17 Pro Max Dijual Rp25.000 di Indonesia? Ini Fakta di Balik Wacana Redenominasi Rupiah (Sumber: Dok/iPhone)

“Secara psikologi membuat kita lebih yakin, karena hitungan ke dolar tidak lagi Rp15.000 tapi jadi Rp15. Kesan seolah mata uang kita lebih kuat,” ujarnya

Meski begitu, Raden menegaskan bahwa redenominasi tidak akan mengubah nilai tukar rupiah secara nyata. Kekuatan kurs tetap bergantung pada faktor fundamental seperti inflasi, neraca pembayaran, dan aliran modal asing.

“Jadi ini lebih pada persepsi dan administrasi, bukan penguatan ekonomi secara langsung,” tambahnya.

Sebagai perbandingan, negara seperti Jepang dan Korea Selatan belum pernah menerapkan redenominasi meski nilai tukar mereka terhadap dolar jauh lebih tinggi. Alasannya, mereka fokus memperkuat fundamental ekonomi, bukan sekadar memotong nol.

Dampak pada Harga Barang dan Produk Teknologi

Lalu, bagaimana dengan rumor iPhone 17 Pro Max Rp25.000 tadi?

Nah, di sinilah banyak masyarakat salah paham. Jika redenominasi terjadi, harga Rp25 juta hari ini akan ditulis menjadi Rp25 ribu (jika tiga nol dihapus). Tapi daya beli uang juga ikut disesuaikan. Artinya, kamu tetap membutuhkan uang senilai Rp25 juta lama untuk membeli iPhone itu.

Jadi, iPhone 17 Pro Max tidak menjadi murah, melainkan penulisannya saja yang lebih singkat.

Hal serupa juga berlaku untuk produk teknologi lainnya seperti Xiaomi 17 Pro Max atau OPPO Find X9 Pro — nilai riilnya tetap sama. Efek utama redenominasi justru akan terasa pada kecepatan transaksi, efisiensi sistem pembayaran, dan kemudahan pembukuan bisnis, bukan penurunan harga barang.

Baca Juga: Lisa Mariana Resmi Jadi Tersangka Terkait Dugaan Video Syur Berdurasi 4 Menit 28 Detik

Efisiensi Transaksi dan Sistem Perbankan

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, juga pernah menegaskan manfaat ekonomis redenominasi.

“Dengan pengurangan tiga nol, efisiensi ekonomi meningkat. Penggunaan teknologi perbankan dan sistem pembayaran menjadi lebih efektif,” ujarnya pada 2022 lalu.

Ketika jumlah digit dalam transaksi berkurang, kecepatan pemrosesan data meningkat — hal yang penting di era digital banking. Jadi, redenominasi bukan sekadar perubahan tampilan uang, tetapi langkah menuju sistem keuangan yang lebih modern dan efisien.


Berita Terkait


News Update