Lebih lanjut, ia menekankan peran IKA PMII dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat Jakarta yang multikultural.
Baginya, moderasi beragama menjadi kunci utama menjaga keberagaman agar tetap harmonis dan produktif.
“Jakarta adalah miniatur Indonesia. Di sini ada semua suku, agama, dan budaya. Kalau kita bisa menjaga toleransi di Jakarta, maka kita bisa menjaga Indonesia. Itulah misi IKA PMII dalam setiap langkahnya,” ungkap dia.
Baca Juga: Halte Jaga Jakarta Diresmikan, Gubernur Pramono Tekankan Simbol Kebersamaan Warga Ibu Kota
Sementara itu, Pramono menyambut baik langkah IKA PMII dan menilai bahwa organisasi alumni ini memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi publik, khususnya kepada generasi muda.
Dalam pandangannya, generasi muda Jakarta harus diarahkan untuk menjadi agen perubahan yang berorientasi pada pembangunan, bukan sebaliknya menjadi korban provokasi.
“Jakarta adalah barometer Indonesia. Kalau Jakarta aman dan kondusif, maka Indonesia juga akan stabil," ujarnya.
"Kami berterima kasih kepada IKA PMII yang siap bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga harmoni sosial dan mendukung agenda pembangunan,” katanya.
Baca Juga: Jakarta Bersalawat di Monas, Gubernur Pramono: Penguatan Spiritual Warga Jadi Kunci Harmoni Kota
Sebagai informasi, PW IKA PMII Jakarta berencana melanjutkan kerja sama dengan Pemprov DKI melalui program-program sosial, edukatif, hingga kebudayaan yang bertujuan memperkuat kohesi sosial.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap Jakarta sebagai ibu kota negara. (CR-4)
