Dinkes Jakarta Rujuk 341 Korban Unjuk Rasa ke Rumah Sakit Pemerintah Maupun Swasta

Sabtu 30 Agu 2025, 14:47 WIB
Ilustrasi, seorang massa aksi terlihat kelelahan dalam demonstrasi di depan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Agustus 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi, seorang massa aksi terlihat kelelahan dalam demonstrasi di depan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Agustus 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus bersiaga memberikan penanganan rujukan kesehatan kepada para korban unjuk rasa ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan, pihaknya juga turut menyiagakan faskes serta mengerahkan ambulans dan petugas kesehatan ke beberapa titik di sekitar lokasi unjuk rasa.

Ani menjelaskan, sebanyak 29 ambulans mobil dan satu ambulans motor, 8 dokter, 60 perawat, serta 8 pengemudi ambulans, disiagakan selama unjuk rasa pada Jumat malam, 29 Agustus 2025.

Adapun tim ambulans ditempatkan di lokasi aman untuk memudahkan evakuasi. Ia juga menyiapkan unit ambulans cadangan terdekat apabila dibutuhkan penambahan personel di lokasi unjuk rasa.

Baca Juga: Gedung DPRD Makassar Hangus Dibakar Massa Demo, 4 Orang Meninggal Dunia

Selain itu, sebanyak 44 puskesmas bersiaga 24 jam dan 31 RSUD siap menerima rujukan korban unjuk rasa.

“Kemarin sore, kami juga sempat membuka layanan darurat lapangan untuk melakukan pertolongan pertama pada korban," ujar Ani kepada awak media, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Ani menegaskan, Dinkes Jakarta terus berupaya memberikan pertolongan pertama dan memberikan rujukan medis bagi korban terdampak unjuk rasa.

"Petugas kesehatan di seluruh faskes siap melayani dengan optimal,” ujar dia.

Ani menjelaskan, Dinkes Jakarta telah melayani sebanyak 341 pasien korban unjuk rasa yang telah ditangani di seluruh faskes Jakarta.

“Kami sudah melayani setidaknya 341 pasien, dengan rincian jumlah pasien terdiagnosa ada 200 orang dan dalam konfirmasi rumah sakit sebanyak 141 orang," ucap Ani.


Berita Terkait


News Update