POSKOTA.CO.ID - Tagar 'Polisi Pembunuh' menggema di platform X imbas pengemudi ojek online (ojol) meregang nyawa setelah dilindas rantis Brimob, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.
Ribuan warganet menyerukan keadilan bagi korban dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak aparat yang terlibat dalam insiden maut di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Publik mendesak penyelidikan yang transparan dan akuntabel segera dilakukan.
Tuntutan mereka jelas yakni, keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Sebab, setiap nyawa berharga, dan setiap warga negara berhak atas perlindungan hukum yang sama.
Baca Juga: Polri Rekayasa Lalu Lintas Kawasan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Terjunkan 330 Personel Gabungan
Kronologi Tragedi di Tengah Aksi Massa
Peristiwa nahas ini sendiri terjadi saat demonstrasi buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, yang berujung ricuh.
Massa aksi menolak kenaikan tunjangan anggota DPR hingga kericuhan meluas ke Jalan Penjernihan Raya, Pejompongan.
Sekitar pukul 19.00 WIB, seorang pengemudi ojol berinisial AK (21) terjatuh dari motornya, diduga panik akibat situasi yang memanas.
Saat itu, sebuah mobil rantis Brimob melaju dan melindas korban, meski massa sudah berteriak memperingatkan adanya ojol di bawah kendaraan.
Namun, mobil tetap melaju hingga menyebabkan AK tewas di lokasi kejadian.