Regulasi menjadi faktor penting dalam membentuk arah investasi. Pasar emas sudah relatif jelas aturannya, sementara kripto masih terus diawasi dan diatur oleh pemerintah di berbagai negara.
Jika sebuah negara menerapkan regulasi ramah terhadap inovasi digital, nilai kripto cenderung stabil dan lebih menarik bagi investor.
Sebaliknya, pembatasan atau larangan justru bisa menekan harga serta mengurangi minat pasar.
Baca Juga: Cara Mengetahui Profil Risiko Investasi, Ini 4 Jenisnya
Inovasi Teknologi dan Adopsi Global
Perkembangan blockchain, smart contract, DeFi, hingga NFT terus memperkuat ekosistem kripto.
Semakin banyak inovasi lahir, semakin besar pula peluang adopsi global dan pertumbuhan nilai aset digital.
Sementara itu, emas juga mulai masuk ke ranah digital melalui tokenisasi emas dan platform perdagangan online.
Inovasi ini membuat investasi emas lebih mudah diakses, terutama oleh generasi muda yang terbiasa dengan layanan digital.
Baca Juga: 3 Cara dan Tips Cerdas Investasi Emas di 2025 agar Tidak Rugi
Pola Investasi Generasi Muda
Generasi milenial dan Gen Z kini semakin aktif berinvestasi di kripto karena dianggap lebih modern, transparan, dan berpotensi memberikan keuntungan cepat.
Namun, mereka juga tetap melirik emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.
Banyak investor muda yang mengombinasikan emas dan kripto untuk mendapatkan keseimbangan antara stabilitas dan potensi imbal hasil tinggi.