Baca Juga: Obrolan Warteg: Jangan Asal Giling, Kemas dan Jual
“Semua punya pengalaman, yang jelas pengalaman buruk jangan diulangi lagi. Begitu juga soal pamer kemewahan tak perlu dilakukan, apalagi oleh pejabat publik,” urai Heri.
“Pamer kemewahan, selain dapat menimbulkan kecemburuan juga mempertontonkan kesenjangan. Misalnya kepala daerah mengunjungi penduduk miskin, tetapi memakai sepatu yang harganya puluhan juta rupiah, ini kontras dan tidak pantas,” ujar mas Bro.
“Lantas kalau punya barang mewah, gimana, sayang dong kalau harus disimpan dalam lemari,” kata Yudi.
“Itulah mengapa sebagai pejabat perlu menempatkan diri. Dulu, sebelum menjadi kepala daerah, bebas menggunakan barang mewah miliknya, tetapi setelah menjadi pejabat, beda lagi, meski barang itu hasil usaha sebelumnya,” kata Heri.
“Itulah perlunya keteladanan pejabat karena fakta tidak terbantahkan, di tengah kemewahan masih terdapat banyak kemiskinan,” ujar mas Bro. (Joko Lestari)