Di Bawah Guyuran Hujan, Polisi Pukul Mundur Massa Paksa Masuk Polda Metro

Jumat 29 Agu 2025, 20:22 WIB
Ilustrasi aparat keamanan saat demonstrasi. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi aparat keamanan saat demonstrasi. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polisi memukul mundur massa aksi yang masuk Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 29 Agustus 2025.

Massa yang merengsek masuk ke dalam disemprot water cannon sampai keluar dari markas Polda Metro Jaya. Meski hujan turun dengan deras massa tak kunjung membubarkan diri hingga pukul 19.10 WIB.

Para demonstran tetap berusaha merengsek masuk ke dalam kantor polisi, tetapi upaya tersebut terus digagalkan aparat. Mereka akhirnya melepaskan gas air mata ke arah demonstran.

Meski begitu, para demonstran tidak pantang mundur dan tetap berupaya masuk Mapolda Metro Jaya. Sementara itu, polisi tidak berhenti menyemprotkan water cannon.

Baca Juga: Dilempari Petasan, Personel Polda Metro Pilih Bertahan

Polisi yang berjaga diserang petasan setelah hujan mulai reda. Petasan yang awalnya diarahkan ke langit, tiba-tiba diarahkan ke polisi.

Namun, aparat kepolisian tidak memberikan perlawanan dengan menembakkan gas air mata atau water cannon. Mereka justru memilih untuk mundur dan bertahan.

Selain menembakan petasan ke arah polisi, para demonstran juga terpantau merusak dan membakar fasilitas umum. Kamera pengawas atau CCTV juga tidak luput dari amukan massa.

Demonstrasi ini dipicu Affan Kurniawan, 21 tahun, seorang sopir ojol yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025, malam WIB.

Baca Juga: Bom Molotov Terlempar ke Mako Brimob saat Demonstrasi

Sebanyak tujuh orang anggota Brimob diduga terlibat dalam kasus tersebut ditetapkan sebagai pelanggar etik.


Berita Terkait


News Update