Prinsip keluarganya jelas, yakni habiskan lebih sedikit dari yang dihasilkan dan hindari berutang.
3. Reputasi Adalah Segalanya
Bagi Buffett, reputasi adalah aset paling berharga. Ia kerap mengingatkan, bahwa butuh 20 tahun untuk membangun reputasi, dan hanya lima menit untuk merusaknya.
Pelajaran ini ia dapat sejak kecil ketika berinvestasi di saham Cities Service bersama adiknya.
Kesalahan dalam mengelola uang orang lain membuatnya sadar bahwa investasi harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Pada 1991, reputasinya diuji ketika Salomon Brothers, tempat ia berinvestasi USD 700 juta melalui Berkshire Hathaway, terjerat skandal keuangan.
Buffett ditunjuk menjadi CEO interim untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.
Dia meminta maaf di hadapan Kongres AS dan berkomitmen memperbaiki tata kelola.
Kejujuran dan integritasnya membuat kepercayaan publik kembali pulih.
Kisah Warren Buffett membuktikan, kesuksesan tidak hanya dibangun dari kecerdasan berinvestasi, tetapi juga dari kebiasaan baik.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi seputar strategi investasi.
Konten yang disajikan bukan merupakan saran keuangan atau rekomendasi investasi langsung.
