POSKOTA.CO.ID - Sosok Zulqa Mahendra kini menjadi sorotan luas di kalangan pegiat alam bebas. Nama yang sebelumnya hanya dikenal dalam komunitas pendaki itu, perlahan menjadi fenomena media sosial yang menyedot perhatian publik lebih luas. Julukan “Manusia Kaki Robot” bukan muncul tanpa alasan pria ini menunjukkan daya tahan fisik luar biasa yang belum tentu bisa dilakukan oleh pendaki berpengalaman sekalipun.
Zulqa adalah seorang content creator yang secara konsisten menghadirkan konten edukatif sekaligus hiburan seputar petualangan mendaki gunung.
Melalui berbagai platform digital, ia menekankan pentingnya persiapan, mental yang kuat, serta etika mendaki yang menghormati alam.
Baca Juga: Fungsi dan Sejarah BKB Jakarta: Kanal Penanggulangan Banjir sejak Zaman Kolonial Belanda
Awal Kiprah di Media Sosial
Zulqa Mahendra mulai mengunggah konten pendakian secara rutin melalui TikTok. Akun @zulqamahendra kini memiliki lebih dari 585 ribu pengikut dengan total 16,4 juta tanda suka. Popularitas ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa kontennya mampu membangun komunitas dengan minat yang sama: mendaki gunung dengan aman dan bertanggung jawab.
Di Instagram, ia memiliki basis penggemar lebih dari 402 ribu pengikut. Sementara kanal YouTube Zulqa Mahendra telah diikuti oleh 155 ribu subscriber. Ketekunan Zulqa dalam mendokumentasikan setiap pendakian menjadikan kanal-kanalnya sumber inspirasi bagi calon pendaki maupun penonton yang sekadar ingin menikmati keindahan alam Indonesia.
Pendakian Tektok yang Viral
Istilah pendakian tektok merujuk pada metode mendaki gunung naik-turun di hari yang sama, tanpa berkemah atau mendirikan tenda. Ini memerlukan kondisi fisik prima, persiapan matang, dan disiplin waktu yang sangat ketat.
Salah satu momen paling monumental dalam karier pendakian Zulqa adalah keberhasilannya melakukan tektok Gunung Rinjani, gunung dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Pendakian ke puncak Rinjani umumnya ditempuh dalam 2–3 hari perjalanan. Namun Zulqa berhasil mencapai puncak dalam waktu 9 jam 59 menit, sebuah capaian yang mengundang decak kagum sekaligus keheranan warganet.
Banyak komentar yang menggambarkan aksinya tak manusiawi. Julukan “Manusia Kaki Robot” pun makin melekat. Bahkan, beberapa penonton mengira Zulqa memiliki kemampuan fisik yang berada di luar kebiasaan manusia biasa.
Respons Warganet: Kagum, Lucu, dan Inspirasi
Salah satu momen yang membuat publik tersenyum adalah ketika seorang pengguna TikTok @rizykm menuliskan komentar jenaka di salah satu video pendakian Zulqa.
"Jangan tektok Rinjani guys, berat’, lah kamu sendiri yang bilang ‘saya akan ajak kamu tektok Rinjani’,” tulis akun tersebut.
“Iya ga jadi, sorry lain kali aja,” balas Zulqa santai.
Interaksi ini menggambarkan betapa Zulqa bukan hanya sosok yang kompetitif, melainkan juga rendah hati dan dekat dengan para pengikutnya. Hal inilah yang membuat akun-akun media sosialnya semakin digemari.
Menjelajah Gunung Lain di Indonesia
Selain Gunung Rinjani, Zulqa telah melakukan pendakian tektok di beberapa gunung besar, antara lain:
- Gunung Slamet – puncak tertinggi di Jawa Tengah.
- Gunung Lawu – dikenal dengan jalur pendakian panjang dan kontur tanah berbatu.
- Gunung Sumbing-Sindoro – dua gunung kembar yang kerap menjadi target pendakian tektok sekaligus.
- Gunung Merbabu – jalur Sabana yang indah namun menguras stamina.
- Gunung Arjuno-Welirang – dikenal dengan trek panjang, vegetasi rapat, dan jalur yang menantang.
Setiap ekspedisi bukan hanya didokumentasikan secara visual, tetapi juga dilengkapi edukasi persiapan fisik, pengelolaan risiko, dan etika pendakian.
Kontribusi dalam Literasi Pendakian
Zulqa Mahendra bukan sekadar mendaki untuk unjuk kemampuan. Ia secara konsisten mengedukasi pengikutnya mengenai:
- Cara membaca peta jalur pendakian.
- Manajemen waktu agar pendakian tektok tidak berujung risiko.
- Pentingnya kesadaran lingkungan (leave no trace).
- Tips memilih perlengkapan ringan.
- Bahaya hipotermia dan cara mencegahnya.
- Etika saling membantu sesama pendaki.
Konten-konten ini menjadi rujukan banyak pendaki pemula. Tidak sedikit yang mengaku terinspirasi untuk lebih serius mempersiapkan fisik dan mental sebelum mendaki.
Profil Pribadi dan Kehidupan Zulqa
Banyak penggemar penasaran tentang kehidupan pribadi Zulqa. Pertanyaan seperti “Zulqa Mahendra sudah menikah?” sering muncul di kolom komentar. Namun, ia jarang mengekspos ranah personal. Fokus utamanya tetap pada petualangan alam dan misi edukasi.
Kesederhanaan Zulqa dalam menanggapi ketenaran membuatnya semakin dihormati. Ia tak pernah merasa lebih hebat dari pendaki lain, meski capaian waktunya sering dianggap di luar nalar.
Mengapa Julukan “Manusia Kaki Robot”?
Julukan itu muncul akibat rekam jejak Zulqa yang konsisten mendaki cepat dengan stamina stabil. Ia kerap memperlihatkan data pencapaian waktu, detak jantung, dan ritme pernapasan yang menunjukkan kebugaran luar biasa.
Beberapa ahli kebugaran menduga Zulqa memiliki VO2 max (kapasitas oksigen maksimal) yang tinggi, sehingga efisiensi energi tubuhnya jauh lebih baik dibandingkan orang kebanyakan. Namun, Zulqa tak pernah mengklaim dirinya istimewa. Ia hanya mengatakan semua kemampuan itu hasil latihan rutin dan disiplin.
Baca Juga: PNS Wajib Tahu! Rencana Kenaikan Iuran THT Jadi 7 Persen, Ini Rinciannya
Misi Jangka Panjang
Zulqa bercita-cita memperluas jangkauan edukasi pendakian. Salah satunya dengan membuat lebih banyak video instruksional untuk:
- Teknik mendaki cepat namun aman.
- Panduan navigasi darurat.
- Rekomendasi jalur pendakian ramah pemula.
- Persiapan fisik bagi pendaki yang baru memulai.
Ia juga berencana bekerja sama dengan komunitas pecinta alam dalam kampanye konservasi gunung.
Fenomena Zulqa Mahendra bukan hanya cerita tentang capaian fisik luar biasa. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa tekad, persiapan matang, dan kecintaan pada alam dapat membuka peluang besar untuk memberi inspirasi.
Di balik julukan “Manusia Kaki Robot”, Zulqa adalah pendaki yang sederhana, konsisten membagikan ilmunya, dan tak pernah berhenti mengajak semua orang lebih mencintai gunung-gunung Indonesia dengan cara yang bijak.