POSKOTA.CO.ID - Penyaluran bantuan sosial (bansos) terutama Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 tahun 2025 paling dinantikan masyarakat.
Khususnya bagi yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) miliknya telah tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penerima manfaat yang akan mendapatkan bantuan kali ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sementara untuk tahap kedua, penyaluran bansos PKH yang dicanangkan Kementrian Sosial (Kemensos) tersebut mencangkup periode bulan April, Mei, dan Juni.
Di mana, nominal Rp600.000 hanya ditujukan bagi kategori lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Diketahui, bansos PKH menyasar sebanyak tujuh kategori KPM. Selain lansia dan penyandang disabilitas, penerima manfaat lainnya adalah ibu hamil, anak usia dini dan balita 0-6 tahun, serta anak sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat.
Metode Pencairan Bansos PKH
Sementara itu, penyaluran bansos PKH dilakukan melalui dua metode yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan PT Pos Indonesia.
Untuk KKS, kartu Merah Putih tersebut dikeluarkan oleh empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
KKS berfungsi menyerupai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan metode penarikan serupa. Yaitu melalui mesin dan agen bank.