POSKOTA.CO.ID - Dunia basket Indonesia dikejutkan oleh kasus yang mencoreng integritas olahraga. Jarred Dwayne Shaw, pebasket Tangerang Hawks Basketball, resmi masuk daftar hitam (blacklist) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Liga Basket Indonesia (IBL) setelah terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Pemain berusia 34 tahun itu harus menanggung konsekuensi berat setelah tertangkap tangan menerima paket berisi permen mengandung delta 9 THC (tetrahydrocannabinol), zat psikoaktif dalam ganja, yang dikirim dari Thailand.
Kasus ini pun memicu respons tegas dari otoritas basket nasional, sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh atlet profesional di Tanah Air.
Baca Juga: Pebasket Asal AS Selundupkan 869 Gram Ganja dalam Kemasan Permen, Terancam Hukuman Mati
Ditangkap di Apartemen Cisauk
Menurut Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Ronald FC Sipayung, Shaw ditangkap pada Rabu, 7 Mei 2025, sekitar pukul 21.47 WIB, di lobi Apartemen Casa De Parco Sampora Unit Magnolis, Cisauk, Tangerang.
Paket yang diterimanya berisi 20 bungkus permen "Vita Bite" dengan total 132 buah (869 gram) yang positif mengandung narkotika golongan I.
"Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pengambil paket EMS atas nama JDS pada hari Rabu tanggal 7 Mei 2025 sekira pukul 21.47 WIB di lobi Apartemen Casa De Parco Sampora Unit Magnolis," jelas Kombes Ronald dalam keterangan resmi, Kamis 15 Mei 2025.
IBL dan Perbasi Beri Sanksi Tegas
Menanggapi kasus ini, Perbasi dan IBL mengambil sikap tegas. Ketua Umum DPP Perbasi, Budisatrio Djiwandono, menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku narkoba di dunia basket.
"Bahwa kita tidak memberikan toleransi kepada pemakai narkoba di dunia basket. Baik pemain, pengurus, petugas lapangan, atau siapa saja yang terlibat penggunaan narkoba atau sejenisnya," tegas Budisatrio dalam rilis resmi.
Sementara itu, Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, menyatakan bahwa Shaw otomatis diblacklist dari seluruh kompetisi basket di Indonesia, sesuai Pasal 8 Kontrak Pemain IBL tentang larangan pelanggaran hukum.
"IBL bersama DPP PERBASI tegas akan melakukan black list, melarang mereka untuk bermain dan beraktivitas kembali di lingkungan IBL bagi yang terbukti melanggar hukum di Indonesia," tegas Junas.