POSKOTA.CO.ID - World App merupakan aplikasi dompet digital yang dikembangkan oleh Tools for Humanity, startup yang mendukung proyek Worldcoin.
Proyek ini didirikan oleh Sam Altman, CEO OpenAI, dengan misi membangun identitas digital global berbasis blockchain untuk membedakan manusia dari AI.
Untuk itu, pengguna diharuskan memverifikasi identitas melalui pemindaian retina menggunakan perangkat khusus bernama The Orb. Setelah proses ini, mereka akan menerima token kripto bernama Worldcoin ($WLD) yang disimpan dalam akun World App.
Yang membuatnya viral di Indonesia adalah klaim bahwa pengguna bisa mendapatkan imbalan berupa token senilai Rp300 ribu hingga Rp800 ribu, yang dapat diuangkan.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Minggu 4 Mei 2025: Galeri24, Antam, dan UBS Stabil
Antrean Scan Retina di Kota Besar
Dalam beberapa pekan terakhir, antrean panjang warga untuk melakukan pemindaian retina terlihat di sejumlah kota besar Indonesia seperti Bekasi, Bandung (Jalan Otista), Sunter (Jakarta Utara), hingga beberapa titik di Depok dan Tangerang.
Banyak dari mereka tertarik dengan imbalan yang dijanjikan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Meski demikian, sejumlah pihak mengungkapkan kekhawatiran atas potensi penyalahgunaan data biometrik, mengingat retina merupakan bagian dari identitas biologis yang sangat sensitif.
Cara Kerja World App dan Worldcoin
- Download dan Instalasi Aplikasi
Pengguna dapat mengunduh World App melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store. - Pendaftaran dan Pembuatan Akun
Setelah registrasi, pengguna dapat mengakses dompet digital dan melihat saldo serta riwayat transaksi mereka. - Verifikasi Biometrik
Di tahap ini, pengguna wajib melakukan pemindaian iris mata menggunakan The Orb di lokasi resmi yang telah ditentukan. Pemindaian ini menghasilkan “World ID” identitas digital berbasis iris unik. - Distribusi Token $WLD
Setelah verifikasi berhasil, pengguna akan menerima token Worldcoin yang dapat ditukar dengan mata uang digital lain atau diuangkan melalui bursa kripto.
Imbalan Menarik, Namun Tidak Bebas Risiko
Tidak dapat disangkal bahwa imbalan dalam bentuk token kripto senilai ratusan ribu rupiah merupakan insentif yang menggiurkan. Namun, ada sejumlah risiko yang patut dipertimbangkan sebelum menyerahkan data retina kepada aplikasi ini:
1. Risiko Privasi dan Penyalahgunaan Data
Data iris merupakan bagian dari biometrik permanen yang tidak dapat diganti jika bocor. Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, maka risiko identitas ganda, penipuan digital, atau pemalsuan identitas bisa terjadi.
2. Kurangnya Regulasi di Indonesia
Hingga Mei 2025, tidak ada regulasi ketat dari OJK maupun Kominfo terkait aktivitas World App dan pemindaian data biometrik oleh pihak swasta asing. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan tidak adanya perlindungan hukum yang memadai bagi pengguna.
3. Fluktuasi Nilai Token
Token $WLD merupakan aset kripto yang harganya sangat fluktuatif. Nilai tukarnya bisa naik atau turun drastis dalam waktu singkat, sehingga imbalan yang diterima tidak selalu stabil.
Respons Internasional terhadap Worldcoin
Sejumlah negara telah mengambil langkah tegas terhadap Worldcoin:
- Spanyol dan Jerman: Melarang aktivitas pemindaian retina oleh Worldcoin karena bertentangan dengan hukum privasi Uni Eropa (GDPR).
- Prancis: Menghentikan sementara kegiatan Worldcoin sambil meninjau keamanan data yang dikumpulkan.
- Kenya dan Argentina: Menutup sementara kegiatan Worldcoin dengan alasan perlindungan konsumen dan keamanan data nasional.
- Brasil: Memulai investigasi menyeluruh terhadap bagaimana data biometrik disimpan dan digunakan oleh World App.
Menurut laporan MIT Technology Review tanggal 3 Mei 2025, Worldcoin telah memindai lebih dari 450.000 iris mata dan wajah manusia di 24 negara.
Teknologi di Balik World App: Mendeteksi Manusia vs Bot
Salah satu klaim utama dari Worldcoin adalah kemampuannya membedakan manusia dari bot menggunakan identitas biometrik berbasis iris.
Teknologi ini disebut-sebut sebagai fondasi masa depan sistem identifikasi global berbasis blockchain yang tahan manipulasi.
Namun banyak ahli keamanan siber menilai bahwa mengorbankan data biometrik permanen demi identitas digital adalah tindakan yang berisiko tinggi terutama tanpa transparansi sistem dan audit independen.
Baca Juga: Kopi Pagi: Pendidikan Tanpa Pembedaan
Apakah World App Aman Digunakan di Indonesia?
Sampai saat ini, belum ada larangan resmi dari pemerintah Indonesia terkait aktivitas World App. Namun Kominfo dan OJK belum merilis panduan khusus soal perlindungan data biometrik pada aplikasi global seperti ini.
Beberapa pakar menyarankan agar pengguna lebih berhati-hati dan memahami konsekuensi jangka panjang dari pemindaian data mata, terutama karena retina tidak bisa diubah layaknya password atau kartu identitas.
Saran bagi Masyarakat Sebelum Mengikuti Pemindaian Retina:
- Pahami Risiko Jangka Panjang: Data biometrik adalah milik Anda seumur hidup. Jangan tukarkan dengan uang cepat tanpa pertimbangan matang.
- Baca Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi: Pastikan Anda memahami bagaimana data Anda disimpan, digunakan, dan siapa yang memiliki akses.
- Tunggu Regulasi Resmi Pemerintah: Ikuti perkembangan dari lembaga pengawas seperti Kominfo dan OJK sebelum berpartisipasi dalam program ini.
- Jangan Tergiur Imbalan Instan: Nilai token dapat berfluktuasi dan tidak menjamin keuntungan tetap.
World App hadir sebagai terobosan identitas digital global berbasis blockchain, menawarkan insentif finansial bagi penggunanya.
Namun di balik janji tersebut, terdapat dilema etis dan risiko keamanan yang serius. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah pengguna internet tinggi, perlu segera membentuk regulasi yang jelas agar masyarakat tidak menjadi korban dari eksploitasi data biometrik.
Imbalan yang besar memang menarik, namun harga dari data pribadi terutama yang bersifat permanen seperti retina terlalu tinggi untuk dipertaruhkan tanpa jaminan perlindungan.
