Viral World App Tawarkan Imbalan Rp800 Ribu: Apa Itu dan Amankah Scan Retina untuk Uang?

Senin 05 Mei 2025, 09:04 WIB
World App, aplikasi berbasis teknologi blockchain yang terintegrasi dengan proyek Worldcoin, mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial Indonesia. (Sumber: Dok/Worldcoin)

World App, aplikasi berbasis teknologi blockchain yang terintegrasi dengan proyek Worldcoin, mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial Indonesia. (Sumber: Dok/Worldcoin)

Token $WLD merupakan aset kripto yang harganya sangat fluktuatif. Nilai tukarnya bisa naik atau turun drastis dalam waktu singkat, sehingga imbalan yang diterima tidak selalu stabil.

Respons Internasional terhadap Worldcoin

Sejumlah negara telah mengambil langkah tegas terhadap Worldcoin:

  • Spanyol dan Jerman: Melarang aktivitas pemindaian retina oleh Worldcoin karena bertentangan dengan hukum privasi Uni Eropa (GDPR).
  • Prancis: Menghentikan sementara kegiatan Worldcoin sambil meninjau keamanan data yang dikumpulkan.
  • Kenya dan Argentina: Menutup sementara kegiatan Worldcoin dengan alasan perlindungan konsumen dan keamanan data nasional.
  • Brasil: Memulai investigasi menyeluruh terhadap bagaimana data biometrik disimpan dan digunakan oleh World App.

Menurut laporan MIT Technology Review tanggal 3 Mei 2025, Worldcoin telah memindai lebih dari 450.000 iris mata dan wajah manusia di 24 negara.

Teknologi di Balik World App: Mendeteksi Manusia vs Bot

Salah satu klaim utama dari Worldcoin adalah kemampuannya membedakan manusia dari bot menggunakan identitas biometrik berbasis iris.

Teknologi ini disebut-sebut sebagai fondasi masa depan sistem identifikasi global berbasis blockchain yang tahan manipulasi.

Namun banyak ahli keamanan siber menilai bahwa mengorbankan data biometrik permanen demi identitas digital adalah tindakan yang berisiko tinggi terutama tanpa transparansi sistem dan audit independen.

Baca Juga: Kopi Pagi: Pendidikan Tanpa Pembedaan

Apakah World App Aman Digunakan di Indonesia?

Sampai saat ini, belum ada larangan resmi dari pemerintah Indonesia terkait aktivitas World App. Namun Kominfo dan OJK belum merilis panduan khusus soal perlindungan data biometrik pada aplikasi global seperti ini.

Beberapa pakar menyarankan agar pengguna lebih berhati-hati dan memahami konsekuensi jangka panjang dari pemindaian data mata, terutama karena retina tidak bisa diubah layaknya password atau kartu identitas.

Saran bagi Masyarakat Sebelum Mengikuti Pemindaian Retina:

  • Pahami Risiko Jangka Panjang: Data biometrik adalah milik Anda seumur hidup. Jangan tukarkan dengan uang cepat tanpa pertimbangan matang.
  • Baca Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi: Pastikan Anda memahami bagaimana data Anda disimpan, digunakan, dan siapa yang memiliki akses.
  • Tunggu Regulasi Resmi Pemerintah: Ikuti perkembangan dari lembaga pengawas seperti Kominfo dan OJK sebelum berpartisipasi dalam program ini.
  • Jangan Tergiur Imbalan Instan: Nilai token dapat berfluktuasi dan tidak menjamin keuntungan tetap.

World App hadir sebagai terobosan identitas digital global berbasis blockchain, menawarkan insentif finansial bagi penggunanya.

Namun di balik janji tersebut, terdapat dilema etis dan risiko keamanan yang serius. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah pengguna internet tinggi, perlu segera membentuk regulasi yang jelas agar masyarakat tidak menjadi korban dari eksploitasi data biometrik.

Imbalan yang besar memang menarik, namun harga dari data pribadi terutama yang bersifat permanen seperti retina terlalu tinggi untuk dipertaruhkan tanpa jaminan perlindungan.


Berita Terkait


News Update