Baca Juga: Lagi! Diduga Alami Keracunan Makanan dari Program MBG, 38 Siswa di Cianjur Dilarikan ke Rumah Sakit
Selain itu, Leiyla juga menekankan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap makanan yang disajikan terbuka, dikerumuni lalat atau ditangani oleh petugas yang tidak menggunakan sarung tangan.
Kredibilitas penyedia makanan bisa menjadi indikator awal apakah proses pengolahan mereka mengikuti standar keamanan pangan.
“Kondisi dapur dan alat masak pun harus menjadi perhatian, jangan ragu untuk mempertanyakan kebersihan makanan, apalagi jika dikonsumsi bersama-sama dalam jumlah besar,” jelasnya.
“Yang paling penting sekarang, justru literasi pangan sehat harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat agar tidak mudah menjadi korban dari kelalaian pihak lain,” pungkasnya.
