POSKOTA.CO.ID - Sebuah kabar yang membuat banyak nasabah pinjaman online (pinjol) ketakutan kembali mencuat.
Disebut-sebut, mereka yang gagal bayar di aplikasi pinjaman digital besar seperti Akulaku dan Kredivo terancam disita asetnya. Tidak sedikit warganet yang dibuat resah. Tapi apakah kabar ini benar adanya?
Dilansir dari channel YouTube Fintech ID pada Kamis, 1 Mei 2025. Memberikan penjelasan mengenai gagal bayar pinjol asetnya bisa di sita.
“Banyak yang bilang kalau telat bayar di Akulaku atau Kredivo, aset bisa disita. Merinding memang dengarnya. Tapi tenang, nggak semudah itu,” kata pengisi suara channel YouTube Fintech ID.
Baca Juga: Galbay Pinjol Ilegal, Amankah? Ini Penjelasan Lengkapnya
Ia menegaskan bahwa proses penyitaan aset tidak bisa dilakukan sembarangan. Bahkan, penagih utang atau debt collector (DC) tidak memiliki wewenang untuk datang dan langsung mengambil barang berharga dari rumah nasabah.
“Kalaupun ada proses penyitaan, itu harus melalui jalur hukum dan berdasarkan putusan pengadilan. Tidak bisa hanya karena DC datang, lalu ambil barang seenaknya. Itu melanggar hukum,” ujarnya.
Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Ia menegaskan tidak pernah membuka jasa konsultasi atau menerima pembayaran dari siapa pun.
“Saya tidak pernah membuka jasa konsultasi, gratis maupun berbayar. Hati-hati dengan akun palsu yang mengaku-ngaku sebagai saya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlambatan atau kegagalan bayar di pinjol bukan berarti seseorang akan langsung dipenjara atau kehilangan hartanya. Jika ada DC yang memaksa atau mengancam, masyarakat diminta segera melapor ke RT/RW setempat atau pihak kepolisian.
Baca Juga: Korban Pinjol Ilegal Tetap Harus Bayar Utang? Ini Kata OJK
Namun, ia juga mengingatkan agar nasabah tetap bertanggung jawab dan berupaya menyelesaikan masalah keuangan dengan bijak.
“Fokus saja bekerja, jangan panik. Kalau belum bisa bayar, ya ditunda dulu sambil cari rezeki. Doa dan usaha jalan terus. Masalah hutang seperti ini, percayalah, hanya kalian dan Tuhan yang bisa menyelesaikannya,” pungkasnya.
Pinjaman daring (pinjaman online) adalah bentuk layanan keuangan yang memungkinkan seseorang mengajukan pinjaman melalui platform digital seperti aplikasi atau situs web tanpa perlu datang langsung ke kantor lembaga keuangan. Prosesnya cepat dan mudah, biasanya hanya memerlukan identitas diri, informasi pekerjaan, dan rekening bank.
Pinjaman ini menarik banyak pengguna karena pencairan dana bisa dilakukan dalam hitungan menit hingga beberapa jam.
Namun, kemudahan ini memiliki risiko. Banyak penyedia pinjaman daring yang tidak terdaftar secara resmi di otoritas keuangan seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di Indonesia.
Baca Juga: CATAT! 4 Bahaya Pinjol Ilegal Tak Berizin OJK yang Perlu Diketahui
Pinjaman ilegal sering kali mengenakan bunga sangat tinggi, tenggat pembayaran pendek, serta metode penagihan yang tidak manusiawi, seperti teror atau penyebaran data pribadi peminjam.
Secara psikologis, kemudahan akses dapat mendorong perilaku impulsif dalam berutang, terutama bagi individu yang sedang mengalami tekanan ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk bijak menggunakan layanan ini, memastikan legalitas penyedia pinjaman, serta membaca syarat dan ketentuan dengan teliti sebelum menyetujui pinjaman.
Edukasi finansial dan regulasi pemerintah sangat penting untuk melindungi konsumen dari jerat pinjaman daring yang merugikan.