Puasa Syawal 6 Hari: Apakah Harus Berurutan untuk Dapatkan Keutamaan?

Jumat 04 Apr 2025, 09:29 WIB
Ilustrasi. Penjelasan mengenai puasa Syawal 6 hari menurut ustad Adi Hidayat. (Sumber: Freepik)

Ilustrasi. Penjelasan mengenai puasa Syawal 6 hari menurut ustad Adi Hidayat. (Sumber: Freepik)

Dalam salah satu karyanya, Imam Abul Husein menegaskan bahwa praktik puasa Syawal yang lebih dianjurkan adalah puasa secara berurutan.

Namun, beliau juga menyatakan bahwa meskipun puasa tersebut tidak dilakukan secara berurutan, selama puasa tersebut dilaksanakan dalam bulan Syawal, maka tetap diperbolehkan dan tetap mendapatkan keutamaan.

2. Pendapat yang lebih luas

Meskipun berpuasa 6 hari secara berurutan lebih dianjurkan, puasa 6 hari yang dilakukan terpisah, asalkan tetap berada dalam bulan Syawal, tetap mendapatkan pahala yang sama.

Hal ini sesuai dengan pendapat dalam kitab yang ditulis oleh Imam Abul Husein Yahya bin Abil Khair al-Umrani al-Yamani, yang menyatakan:

"Disunahkan bagi orang yang berpuasa Ramadan untuk melanjutkan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, dan yang paling dianjurkan adalah melakukannya secara berturut-turut. Namun, jika dilakukan terpisah, tetap diperbolehkan."

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun puasa Syawal 6 hari lebih dianjurkan untuk dilakukan secara berurutan, puasa tersebut tetap diperbolehkan dilakukan secara terpisah asalkan dilaksanakan dalam bulan Syawal.

Dengan demikian, meskipun tidak berurutan, kita tetap akan mendapatkan pahala puasa sepanjang tahun, sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW.


Berita Terkait


News Update