PDIP Dorong Ahok Jadi Saksi Kasus Korupsi Pertamina: ‘Pak Ahok Bersemangat jika Dipanggil’

Senin 03 Mar 2025, 00:04 WIB
Potret Basuki Tjahaja Purnama yang mengungkapkan siap jika dipanggil menjadi saksi kasus korupsi Pertamina. (Sumber: X/@JhonSitorus_18)

Potret Basuki Tjahaja Purnama yang mengungkapkan siap jika dipanggil menjadi saksi kasus korupsi Pertamina. (Sumber: X/@JhonSitorus_18)

Bahkan disebutkan ada satu pejabat Pertamina yang tidak setuju dengan skema tersebut, akhirnya dipecat.

“Ada direktur utama Pertamina Patra Niaga dipecat karena diduga tidak mau menandatangani pengadaan bahan aditif, ini sudah lama terjadi dan penguasa tidak mau menghentikan,” kata Ahok.

Selain itu, Ahok juga menyoroti bahwa setiap instansi sengaja melakukan pola ‘buying time’ agar proyek strategis tertunda untuk kepentingan tertentu.

Baca Juga: Hotman Paris Sebut Ahok Juga Bersalah dalam Kasus Korupsi Pertamina: Itu Kegagalan Komisaris Utama

Ia memberikan contoh kebijakan e-katalog yang seharunya mempermudah untuk pengadaan, tetapi diperlambat.

“Dari dulu saya sudah dorong e-katalog di LKPP untuk tranparansi pengadaan. Direksi ini ngeyel, sengaja buying time. Kenapa harus selalu tender tiap tiga bulan untuk barang yang kebutuhannya jelas. Ini permainan lama dan enggak ada yang mau stop,” ujarnya.

Kemudian keterangan yang paling mengejutkan ialah adanya keuntungan kepada pihak-pihak tertentu dari minya per barel.

Ia menyebutkan jika pihak yang berkuasa mendapat 1,6 juta dolar dari sini, sehingga sistem seperti ini tetap dipertahankan.

Baca Juga: Jejak Digital Andre Rosiade Jadi Sorotan, Pernah Minta Ahok Copot Jabatan dari Komut Pertamina

Lalu, Ahok juga mengungkap peristiwa kebakaran tangki minyak, disebakan dibakar untuk menghilangkan barang bukti.

“Coba perhatikan tangki yang terbakar itu yang paling luar, di situ tempat minyak akan dikirim ke kapal. Sya menduga ada upaya penghilangan barang bukti, sebab ada laporan pencurian minyak dan tangki diisi air laut,” jelasnya.

Dari berbagai keterangan yang ia ungkapkan dalam sebuah wawancara tersebut, Ahok mengaku memegang banyak catatan saat ia menjabat komut dan mengetahui oknum-oknum yang dicurigai terlibat dalam korupsi Pertamina.


Berita Terkait


News Update