Kebijakan PPN 12 Persen Mengincar Barang Mewah, Apa Sebenarnya Perbedaan Barang Mewah dan Tidak? Simak di Sini agar Tidak Gagal Paham

Rabu 01 Jan 2025, 11:49 WIB
Pemerintah belum lama ini mengumumkan bahwa kebijakan PPN 12 persen diperuntukkan untuk barang-barang mewah. (Sumber: Wikimedia Commons)

Pemerintah belum lama ini mengumumkan bahwa kebijakan PPN 12 persen diperuntukkan untuk barang-barang mewah. (Sumber: Wikimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID – Pemerintah pusat baru saja mengumumkan kabar penting terkait kebijakan PPN 12 persen.

Bersama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyebut bahwa kebijakan PPN 12 persen hanya menyasar barang-barang atau komoditi mewah.

Presiden Prabowo menyebut bahwa barang-barang yang tidak termasuk kategori mewah tidak mengalami perubahan seiring dengan kebijakan baru perpajakan itu.

“Contoh pesawat jet pribadi itu tergolong barang mewah yang dimanfaatkan ataupun digunakan oleh masyarakat papan atas. Kemudian kapal pesiar, yacht, ya motor yacht. Kemudian rumah yang sangat mewah, yang nilainya di atas golongan menengah,” kata Presiden Prabowo Subianto, dikutip Poskota dari situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Rabu 1 Januari 2025.

Baca Juga: Daftar Harga Barang dan Jasa yang Terdampak PPN 12 Persen per 1 Januari 2025, Apa Saja?

Perbedaan Barang Mewah dan Tidak

Barang mewah atau yang sering disebut sebagai luxury goods adalah jenis barang yang tidak termasuk dalam kebutuhan dasar seseorang.

Barang-barang ini biasanya dimiliki untuk menunjukkan status sosial, menikmati kualitas tinggi, atau mendapatkan fitur-fitur eksklusif yang tidak ditemukan pada barang biasa.

Sebaliknya, barang tidak mewah merupakan barang yang dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen Batal? Ternyata Barang-Barang Ini Tidak Kena Sasaran Kebijakan, Netizen: Pengelolaan Negara Asal-asalan!

Contoh Barang Mewah

Beberapa contoh barang mewah yang sering kita temui meliputi:

  • Mobil sport dengan desain eksklusif dan performa tinggi.
  • Jam tangan mewah dari merek ternama seperti Rolex atau Patek Philippe.
  • Tas desainer seperti Louis Vuitton, Chanel, atau Hermès.
  • Perhiasan berharga yang terbuat dari emas, berlian, atau batu mulia lainnya.

Barang-barang ini sering kali memiliki harga yang sangat tinggi dan hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Kebijakan PPN 12 Persen untuk Barang Mewah, Netizen: Kenapa Harus Pajak yang Dinaikkan?

Contoh Barang Tidak Mewah

Di sisi lain, barang tidak mewah adalah barang-barang yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Contohnya:

  • Makanan seperti beras, sayur, dan lauk-pauk.
  • Pakaian untuk kebutuhan berpakaian sehari-hari.
  • Obat-obatan untuk menjaga kesehatan.
  • Barang rumah tangga seperti alat kebersihan atau perlengkapan dapur.

Barang-barang ini lebih terjangkau dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Ucapkan Terima Kasih Pada Prabowo: Insya Allah Kenaikan PPN Hanya Untuk Barang Mewah, Bismillah

Perbedaan Utama

Perbedaan mendasar antara barang mewah dan barang tidak mewah terletak pada fungsi dan tujuan penggunaannya:

Barang Mewah:

  • Digunakan untuk memenuhi keinginan, bukan kebutuhan.
  • Memberikan nilai tambah berupa prestise atau gengsi.
  • Biasanya memiliki harga yang jauh lebih tinggi dan diproduksi dalam jumlah terbatas.

Barang Tidak Mewah:

  • Berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
  • Tidak berorientasi pada status sosial.
  • Lebih terjangkau dan tersedia secara luas di pasaran.

Berita Terkait


News Update