POSKOTA.CO.ID - Pengamat Pendidikan, Imam Kobul Yahya sependapat dengan pernyataan eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ihwal Kurikulum Merdeka hanya bisa dirasakan beberapa sekolah saja.
Imam menjelaskan, sarana dan prasarana sekolah-sekolah di Indonesia masih timpang, sehingga Kurikulum Merdeka belum bisa diterapkan.
"Jadi kata eks Wapres JK itu ada benarnya. Karena sarana dan kualitas guru kita belum merata di setiap sekolah dan masih timpang," kata Imam kepada Poskota.co.id pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Di lain sisi, ia menilai tidak sedikit guru di Indonesia yang tidak sepenuhnya memahami arti Kurikulum Merdeka. Menurutnya, hanya guru berpengetahuan IT yang cakap bisa mengimbangi kurikulum itu.
"Iya, memang Kurikulum Merdeka betul di lapangan belum didukung sarana dan prasarana penunjang dan guru belum memahami 100 persen. Hanya guru yang sudah ikut pelatihan yang mungkin bisa dan paham IT saja," paparnya.
Oleh karena itu, Imam berharap pemerintah mempersiapkan seluruh aspek sebelum Kurikulum Merdeka diterapkan di sekolah.
"Disiapkan sarana dan prasarananya, disiapkan gurunya sampe mampu, baru diterapkan. Dan kalau bisa kurikulum merdeka anak tidak perlu membawa buku dan ATK dari rumah, tapi sudah digital dan tersedia di sekolah," ujarnya.
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp Poskota agar tak ketinggalan update berita setiap hari.
