Untuk itulah, PPAD telah melakukan sejumlah penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk dari sektor perbankan.
Fokus PPAD ke depan adalah mengatasi problem perumahan bagi para purnawirawan. Selain sektor perumahan, adalah sektor kesehatan.
Meski sudah mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit, tetapi pemerintah tetap belum bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. “Sebagai contoh, asuransi saja tidak mengcover semua jenis penyakit,” tambah Doni, Kepala BNPB 2019-2021.
Selanjutnya, PPAD terus menggalang kerjasama dengan berbagai pihak di seluruh wilayah Tanah Air.
Di sisi lain, PPAD menyiapkan materi pelatihan bagi prajurit yang menjelang masa pensiun, maupun para purnawirawan. “Kami akan memberikan berbagai pelatihan sebagai bekal pensiun,” ujarnya.
Kepada PPAD Jawa Tengah, Doni berharap bisa menindaklanjuti penawaran kerjasama pengelolaan lahan dari Letjen TNI Purn Bibit Waluyo.
Lahan yang ada, harus diteliti dan dikaji secara cermat untuk mengetahui, jenis pohon apa yang cocok ditanam. Idealnya, haruslah jenis pohon yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis. “Soal bibit pohon jangan khawatir,” ujar Doni, sambil tersenyum.
PPAD Jawa Tengah harus memilih personel yang memiliki kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan untuk melaksanakan kerjasama tersebut.
Melalui peningkatan keterampilan anggota serta dukungan banyak pihak, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, tidak lagi dijumpai persoalan-persoalan klasik menyangkut fasilitas rumah dan kesehatan para purnawirawan.
“Kuncinya wirausaha. Semangat entrepreneurship akan terus kami sosialisasikan,” katanya.
Doni memuji keberhasilan Bibit Waluyo. Ia berharap, success story itu bisa menjadi teladan. Apalagi, sampai berhasil menghidupi ratusan tenaga kerja. “Sejatinya, pahlawan masa kini dan masa depan adalah yang bisa menciptakan lapangan kerja,” tegas Doni Monardo, (*)
