Duh! Puluhan Orang Diduga Menjadi Korban Perumahan Bodong di Tangsel, Kerugian Rp600 Juta/Orang

Rabu 02 Feb 2022, 13:49 WIB

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID -  Puluhan orang diduga menjadi korban perumahan bodong di Graha Raya Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

MS (42), salah seorang korban mengaku telah menjadi korban perumahan bodong. Dirinya bersama puluhan orang lainnya  telah membeli rumah sejak tahun 2018

"Itu awalnya kan kita ada sekitar 23 orang, Beli rumah di Perumahan Yasmin Bintaro, deket Graha Raya Bintaro.

Nah itu belinya semua cash, harganya variasi sekitar Rp 600-650 juta. Itu sudah dari tahun 2018, saya agak lupa. Nah itu harusnya setahun  jadi, setahun sampai setahun setengah, pembangunan harusnya sudah jadi," ungkapnya, Rabu (2/2/2022).

Pengembang berjanji dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut, tapi sempat tertunda. Pengembang berdalih terkendala Covid 19.

"Tapi terus kena Covid-19,  lama-lama tambah enggak jelas. Bangunannya ada yang baru jadi 90 persen, banyak juga yang masih 50 persen. Jadi memang belum semua jadi, sedangkan uang sudah masuk semua," jelasnya.

Bahkam, lanjut MS, dipertengahan Covid 19 pihak pengembang semakin dan malah tidak memenuhi perjanjian yang telah dibuat sebelumnya.

"Pas Covid-19 pertengahan, developer semakin enggak bisa memenuhi janjinya. Kan kalau pembangunan terlambat dia harus bayar kompensasi, denda, itu dia semakin tidak bisa memenuhi denda itu. Alasan-alasan gitu, tau-tau udah enggak bisa dicari. Kabur dia, dia itu kabur gitu. Namanya Pak Samtari, Raja Property," jelasnya.

Menurutnya, saat ini pihak pemgembang diduga melarikan diri. Padahal, kata MS, pihak pengembang merupakan pengembang besar.

"Nah Raja Property itu sebenarnya adiknya Kaisar Bintaro. Perumahan lumayan gede. Si Raja Property yang punya Kaisar Bintaro. Saudaraan," jelasnya.

Dia menambahkan puluhan orang yang diduga menjadi korban penipuan ini akan membuat laporan polisi.

"Setelah ini kabur, kita lapor polisi, kita cari lawyer. Kita pakai lawyer. Sebelumnya, kita baru tau kalau sertifikat tanah peserta bangunannya ini dijual ke kayak penadah gitu. Ini aneh. Mafianya justru si penadahnya ini, menurut kita," tukasnya. (muhammad iqbal)


News Update