JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Begadang atau kondisi dimana seseorang memutuskan untuk tidak tidur di malam hari memang memiliki dampak buruk bagi tubuh.
Banyak studi yang membuktikan, bahwa begadang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita.
Namun, terkadang tugas sekolah/kampus, kerjaan di kantor, atau sekadar aktivitas sosial bersama teman-teman mengharuskan kita untuk begadang.
Berdasarkan kutipan dari hellosehat, artikel ini berisi informasi tentang apa yang perlu Anda lakukan untuk menjalani hari setelah begadang.
Berdiam di Tempat Penuh Cahaya
Kebanyakan orang akan mematikan lampu setelah begadang untuk tidur, padahal sebaiknya lampu tetap dinyalakan, atau biarkan cahaya matahari masuk agar tetap on.
“Setiap orang yang semakin lelah, mereka sering kali mematikan cahaya,” jelas peneliti David Dinges, Ph.D., ketua divisi tidur dan kronobiologi di University of Pennsylvania .
Padahal, jika ingin tetap terjaga, berdiamlah di ruangan yang terang benderang.
Sebab, tubuh akan bekerja berdasarkan siklus gelap dan terang, jadi cahaya terang akan memengaruhi tingkat kewaspadaan seseorang sehari-hari, termasuk setelah begadang.
Hindari Multitasking Setelah begadang
Anda tidak bisa mengerjakan banyak hal dan mengingatnya dalam pikiran dalam satu waktu, atau yang biasa disebut multitasking.
Diketahui, karena memori kerja Anda terganggu setelah tidak tidur karena begadang.
Sebuah studi pada 40 orang dewasa muda yang bekerja selama 42 jam menunjukkan kapasitas kinerja ingatannya mengalami penurunan 38%.
Gerakkan Tubuh Anda
Setelah tak tidur karena begadang, Anda harus selalu menggerakkan tubuh Anda, dengan olahraga kecil atau aktivitas lain.
Hal ini dimaksudkan agar darah Anda tetap mengalir dengan baik.
Dengan berolahraga, Anda akan membuat otot dan otak Anda bekerja dengan baik. Bahkan meningkatkan aktivitas Anda atau terus mengobrol dengan orang lain pun bisa meningkatkan kewaspadaan otak.
“Namun bila Anda berhenti beraktivitas atau ngobrol, Anda akan merasa ngantuk lagi,” kata peneliti Mark Rosekind, Ph.D., seorang ahli manajemen keletihan yang juga memimpin program manajemen keletihan untuk National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Minum Minuman Berkafein
Kopi atau minuman energi lainnya dapat meningkatkan ketajaman seseorang.
Lihat juga video “Presenter TV ‘Ledek’ Timnas Indonesia Usai Kalahkan Singapura dan Lolos ke Final AFF 2020”. (youtube/poskota tv)
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rosekind, kebanyakan orang memerlukan sekitar 100-200 mg kafein, berdasarkan berat tubuhnya.
“Butuh waktu sekitar 15-30 menit untuk Anda merasakan efek kafeinnya dan manfaat tersebut akan berasa selama 3-4 jam. Jika dalam beberapa jam
Anda tetap mengkonsumsi kafein, performa Anda akan berada pada tingkat yang bagus,” jelas Rosekind.
Luangkan Waktu Untuk Tidur Sebentar
Mark Rosekind, Ph.D., seorang ahli manajemen keletihan yang juga memimpin program manajemen keletihan untuk National Aeronautics and Space Administration (NASA), menyampaikan bahwa penangkal untuk yang kurang tidur, ya tidur.
Dalam penelitiannya, pilot dalam penerbangan transpasifik yang tidur sebentar dalam rata-rata 26 menit memiliki penyimpangan kinerja yang lebih rendah 34% dan menunjukkan tanda-tanda mengantuk setengahnya.
Kemudian menurut David Dinges, Ph.D., menjelaskan, bahwa tidur sebentar selama 10 menit saja ada manfaatnya.
Menurut David, otak Anda akan cepat bergerak menuju gelombang tidur yang lambat.
Namun, jika durasi tidur lebih lama yaitu sekitar 40-45 menit, kemungkinan Anda akan merasa pening waktu bangun.
Hal ini disebut inersia tidur dan terjadi ketika seseorang terbangun dari tidur dalam. (Ibriza Fasti Ifhami)
