PURWOKERTO, POSKOTA.CO.ID - Pusat Pengembangan dan Penerapan Teknologi (P3T), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengadakan Webinar Nasional Seri Ke-3, pada Kamis (11/11/2021).
Webinar Nasional mengangkat topik berjudul "Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia".
Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui FISIP TV, dengan aplikasi Zoom Meeting dan streaming yotube P3T_LPPM Universitas Jenderal Soedirman.
"Webinar kali ini ditujukan untuk memberikan informasi dan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat secara umum dan kolega serta mitra pengguna teknologi hasil inovasi perguruan tinggi secara khusus tentang pengelolaan Food Loss and Waste di Indonesia," kata Dr. Santi Dwi Astuti, Ketua Pelaksana Webinar Nasional P3T_LPPM Unsoed.
Bappenas melaporkan bahwa Isu FLW merupakan salah satu Goal dalam SDG, khususnya SDG 12.3 yang menyatakan bahwa pada tahun 2030, ditargetkan untuk mengurangi separuh dari food waste per kapita di tingkat ritel dan konsumen serta mengurangi food loss di tahap produksi dan sepanjang rantai pasok, termasuk kehilangan pasca panen.
"Menurut studi yang dilakukan oleh EIU, pada tahun 2016, Indonesia menghasilkan sampah makanan sebesar hampir 300 kg sampah makanan per orang setiap tahunnya. Berdasarkan data KLHK, 40,3% timbunan sampah Indonesia pada tahun 2020 merupakan sampah makanan. Selanjutnya menurut WWF, 11% emisi gas rumah kaca dunia yang berasal dari sistem pangan dapat dikurangi jika kita dapat mengelola sampah dengan bijak dan bertanggung jawab, inilah latar belakang masalahnya diadakan webinar dengan tema tersebut," tambah Dr. Santi Dwi Astuti.
Berdasarkan laporan GFSI yang mengukur ketahanan pangan di beberapa negara, menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-65 dari 113 negara, berada di bawah Negara ASEAN lainnya.

Wakil Rektor bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas, Dr. Ir. V. Prihanato, MSi. (dokumen unsoed)
Pada webinar ini, terdiri dari beberapa narasumber diantaranya Ir. Arifin Rudiyanto, M.Sc., Ph.D (Deputi Bidang Kemaritiman & SDA Kementerian PPN/ Bappenas) yang menyampaikan paparan dengan Tema: RPJMN 2020-2024 sebagai Landasan Pembangunan pengelolaan Pangan Nasional Berbasis Korporasi Petani dan Nelayan.
Ir. Andries Sibarani, MBA (Direktur Kemitraan Tanri Abeng University) yang menyampaikan paparan dengan Tema: BUMR sebagai Konsep Note Desain Bisnis dan Spasial Pengelolaan Kawasan Pangan Zero Waste dan Loss.
Prof Dr. Ir. Yandra Arkeman, M.Eng. (Guru Besar TIN dan Peneliti AI, IPB) yang menyampaiman paparan dengan tema: Implementasi AI untuk Mereduksi FLW di Level Hulu (On Farm).
Drs. Edi Basuki, Ph.D (Dosen Entomologi Fakultas Biologi Unsoed) yang menyampaikan paparan dengan tema: Strategi Pengelolaan LImbah Organik untuk Mereduksi FLW melalui Budidaya Black Soldier Fly (Maggot)
Dalam sambutan Rektor Unsoed, Prof. Suwarto yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas, Dr. Ir. V. Prihanato, M.Si, menyampaikan bahwa pembahasan potensi FWL yang besar di Indonesia memerlukan kajian yang mendalam berdasarkan kaidah penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan terkait kebijakan dalam pengelolaa dan strategi implementasinya.
Identifikasi secara mendalam faktor-faktor penyebab FWL di level on farm hingga off farm dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam penanganan FWL secara holistic melalui sinergi yang baik antara pemerintah, BUMN, industri, akademisi dan masyarakat.
Prof. Rifda Naufalin, SP., M.Si selaku ketua LPPM Unsoed menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan rutin di LPPM seperti webinar nasional merupakan wujud akuntabilitas dan komitmen Unsoed dalam kontribusinya untuk ikut serta memecahkan permasalahan di masyarakat dan isu-isu nasional, salah satunya di bidang pangan seperti yang diangkat pada topik acara hari ini.
Dr. Santi Dwi Astuti, STP., M.Si selaku koordinator Pusat Pengembangan dan Penerapan Teknologi LPPM Unsoed menambahkan bahwa setelah webinar ini, Unsoed berkomitmen untuk lebih intensif mendampingi masyarakat dan mitra pengguna teknologi untuk mengembangkan budidaya maggot sebagai salah satu upaya mereduksi food waste dan merintis pendirian BUMR pangan berbasis komoditas unggulan lokal yang potensial dan mendukung ketahanan pangan nasional. (mia)
