Pilu! Sebelum Menjadi Korban Meninggal dalam Kebakaran Lapas Tangerang, Hadiyanto Sempat Keluhkan Hal Ini

Kamis 09 Sep 2021, 15:20 WIB
Rosadah (46) adik bungsu Almarhum Hadiyanto, saat ditemui di rumah duka di Jalan Lontar IV Nomor 44, RT 13/04, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis (9/9/2021). (yono)

Rosadah (46) adik bungsu Almarhum Hadiyanto, saat ditemui di rumah duka di Jalan Lontar IV Nomor 44, RT 13/04, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis (9/9/2021). (yono)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Hadiyanto (51) korban meninggal dalam peristiwa kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, sempat mengeluh soal beberapa hal yang terjadi di Lapas kepada sang adik.

Salah satu yang paling diingat adalah keluhannya soal lauk makanan di penjara yang tidak enak.

Mendengar keluhan Hadiyanto melalui telepon, sang adik bungsu Rosadah (46) pun mengirimkan uang agar sang kakak bisa makan dengan enak.

"Paling suka cerita soal lauk. Kalau makan. Terus kirimin duit, karena lauknya ga enak," ujarnya saat ditemui di rumah duka di Jalan Lontar IV Nomor 44, RT 13/04, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis (9/9/2021).

Rosadah mengatakan, saat mendengar kakak kesayangannya menjadi salah satu korban luka kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari, dirinya langsung syok.

Ia pun bergegas mencari kebenaran kabar tersebut dengan mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri, Keramat Jati, Jakarta Timur. Namun di sana ia dan keluarga lainnya tak mendapatkan data keberadaan Hadiyanto dan diarahkan ke RSUD Tangerang.

Dengan penuh kepanikan, keluarga pun bergegas meluncur ke RSUD Tangerang. Namun, sesampainya di sana Rosadah dan keluarga lainnya tak dapat menjenguk Hadiyanto.

Rosadah pun sempat putus asa setelah mendapat kabar dari pihak RSUD Tangerang yang menyatakan Hadiyanto belum sadarkan diri karena mengalami luka bakar 80 persen.

Keluarga pun hanya bisa berdoa berharap datang keajaiban sehingga nyawa Hadiyanto dapat diselamatkan.

"Ya semalam bilang 80 persen lukanya. Tinggal nunggu keajaiban aja. Jadi harapannya gimana ya. Ya banyak doa doang gitu," ujarnya sambil menahan tangis.

Rosadah memutuskan untuk pulang ke rumah di kawasan Koja, sementara anak dan istri Hadiyanto tetap bertahan di RSUD Tangerang.


Berita Terkait


News Update