BELGIA, POSKOTA.CO.ID - Beredar unggahan di Facebook oleh akun bernama anticovid di grup “JOKOWI PRESIDEN GAGAL”.
Unggahan itu berisi sebuah video berdurasi 30 detik, yang memperlihatkan seorang dokter asal Begia bernama Johan Denis.
Dokter Jones diketahui adalah dokter medis dan pengobatan alternatif dari Belgia.
Dalam unggahan tersebut, Johan Denis menyebut jika vaksin Covid-19 tidak terbukti aman dan efektif.
Ia juga menyebut pandemi Covid-19 adalah palsu, selain itu Denis juga mengklaim bahwa Covid-19 memiliki tingkat bahaya, tingkat kematian, dan tingkat penyebaran yang sama dengan infuenza.
“Nama saya Dr. Johan Denis dari Belgium. Vaksin korona tidak terbukti selamat dan efektif. Tidak ada keadaan darurat. Ini adalah pandemik palsu. Coronavirus dalam hal kematian dan penularan sama dengan penyakit selsema. Dan saya akan menolak perkara ini. Tidak professional yang diambil negara kita. Tidak ada keadaan darurat. Ini semua diatur dan direka sahaja. Agar anda takut untuk ambil vaksin”
Setelah dilalukan penelusuran fakta, klaim Johan Denis adalah hoaks. Pandemi Covid-19 bukan rekayasa atau palsu.
Sebuah penyakit dikatakan menjadi pandemi dikarenakan sudah mewabah dan serempak terjadi dimana-mana, meliputi daerah geografis yang luas (seluruh Negara/benua). Penyakit tersebut sudah menjadi permasalahan bersama seluruh warga dunia.
Dikutip poskota.ci.id worldometers.info, Johan Denis adalah dokter umum dari Antwerp, Belgia, yang status profesi dokternya ditangguhkan karena memberikan sertifkasi pembebasan penggunaan masker bagi pasien yang tidak mengalami gejala pernapasan.
Selain itu ia juga memiliki riwayat menyebarkan hoaks dan konspirasi Covid-19, seperti vaksin dapat mengubah DNA, dan konspirasi jaringan 5G yang dihubungkan-hubungkan dengan pandemi.
Tingkat bahaya, tingkat kematian, dan tingkat penyebaran Covid-19 yang disamakan dengan Influenza juga tidak benar.
Menurut Andrew Pekosz, Ph.D, ahli virologi terkemuka yang berpengalaman menangani Influenza dan Covid-19 sekaligus Profesor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Johns Hopkins, menerangkan bahwa Covid-19 membawa tingkat keparahan dan tingkat mortalitas lebih tinggi ketimbang Influenza.
Sejak Desember 2020, Covid-19 membunuh lebih banyak orang di Amerika Serikat daripada Influenza dalam 5 tahun terakhir.
Selain itu alasan Covid-19 lebih berbahaya dari Influenza adalah efek jangka panjang yang diterima penyintas Covid, yakni mereka merasakan permasalahan kesehatan yang lebih banyak daripada peyintas Influenza, di antaranya yakni lemah fisik, sesak napas, kesulitan fokus, dan dalam beberapa kasus terjadi gagal ginjal dan jantung.
Covid-19 juga memiliki tingkat penularan lebih tinggi dan cepat ketimbang Influenza.
Tidak seperti Influenza, belum ada vaksin untuk Covid-19 sebelumnya dan infeksi terhadap SARS-CoV-2 yang minim sehingga banyak orang yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus Corona.
Dikutip poskota.co.id dari turnbackhoax.id terkait dengan keamanan dan efektivitas vaksinasi.
Nyatanya vaksin juga terbukti efektif. Negara-negara yang sudah melakukan vaksinasi lebih dari 50% warganya juga mengalami tren penurunan kasus positif seperti di Amerika Serikat.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim Johan Denis adalah tidak benar dan bisa dipastikan jadi konten yang menyesatkan. (Cr09)
