Jelang Idul Fitri, Satgas Imbau Masyarakat Tidak Berbondong-bondong Pergi ke Pusat Perbelanjaan

Rabu 05 Mei 2021, 08:45 WIB
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (ist)

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (ist)

JAKARTA, POSKOTA. CO.ID –  Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak berbondong-bondong mendatangi pusat - pusat perbelanjaan menjelang hari raya Idul Fitri.

"Karena menimbulkan kerumunan dan berpotensi memicu klaster penularan," terang Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangannya dari Graha BNPB Jakarta, Selasa sore (4/5/2021) yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat.

Wiku menyayangkan tingginya mobilitas penduduk jelang lebaran yang memicu kerumunan. Akan lebih disarankan masyarakat memilih opsi berbelanja lebaran secara online.

Sehingga masyarakat tidak berkerumun dan menumpuk di pusat-pusat perbelanjaan.

"Masyarakat dapat memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), yaitu berbelanja online untuk meminimalisir terpapar virus Covid-19," ungkap Wiku.

Apa yang disarankan ini cukup beralasan. Karena Satgas menyampaikan fakta bahwa kebijakan pengetatan mobilitas dan peniadaan mudik, nyatanya di lapangan masih ditemukan kenaikan mobilitas penduduk, khususnya ke pusat perbelanjaan. Dan Satgas telah melakukan pengamatan dengan menghimpun data dari Google Mobility pada rentang waktu di tanggal 11 Maret-16 April 2021.

Dalam pengamatan 3 minggu terakhir, ada 6 provinsi dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia.  Yaitu Provinsi Aceh (41%), Gorontalo (58%), Kalimantan Utara (47%), Maluku Utara (57%), Sulawesi Tenggara (55%), dan Sumatera Barat (53%). Dengan puncak kenaikan masing-masing 9 April 2021. 

Kenaikkan mobilitas berdasarkan data ini, dikhawatirkan akan diikuti kenaikan kasus, sebagaimana pengalaman serupa pada waktu sebelumnya," ujar Wiku.

Diharapkan kenaikan mobilitas ini tidak mengganggu kondisi COVID-19 nasional yang cukup stabil, hasil jerih payah masyarakat dan pemerintah selama lebih dari setahun terakhir.

"Setiap daerah tanpa terkecuali harus benar-benar melakukan antisipasi potensi lonjakan. Pemerintah daerah dapat menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah diawasi pergerakannya," Wiku menambahkan.

Meski demikian, sangat disadari bahwa momen belanja lebaran adalah momen suka cita dimana banyak berkah yang didapatkan masyarakat. Seperti pembagian tunjangan hari raya (THR), maupun bertebarannya peluang untuk berbelanja dengan potongan harga yang besar.


Berita Terkait


News Update