Meski Turun, Harga Cabai Rawit Merah Tetap 'Pedas'

Rabu 03 Mar 2021, 22:55 WIB
Pedagang cabai di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (ifand)

Pedagang cabai di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (ifand)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga cabai rawit merah di sejumlah wilayah masih sangat tinggi dan dikeluhkan pedagang hingga pembeli. Meski sempat terjadi penurunan, namun harga salah satu kebutuhan pokok ini masih berkisar Rp120 ribu per kilogram di pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Wati Sriningsing (51), pedagang, mengatakan, harga cabai rawit merah masih terbilang sangat tinggi dari harga biasanya. Meski sebelumnya sempat mengalami penurunan, namun harganya masih cukup tinggi.

"Kalau hari ini cabai rawit merah per kilo dijual Rp120 ribu, ya itu masih tinggi banget," katanya, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Menyiasati Mahalnya Harga Cabai Rawit Merah, Pedagang di Pasar Anyar Tangerang Mencampur dengan Cabai Hijau Muda

Wati melanjutkan, mulai turunnya harga karena sebelumnya harga cabai rawit merah mencapai Rp150 ribu per kilogram. Dan saat ini, harga paling tinggi di pasar Kramat Jati mencapai Rp120 ribu.

"Tiga sampai empat hari kemarin itu harganya bisa sampai Rp150 ribu per kilogram. Paling murah Rp130 per kilogram tapi itu bukan cabai yang bagus," ujarnya.

Wati menurutkan, penyebab naiknya harga cabai rawit merah karena wilayah pemasok terkendala akibat dilanda banjir. Dan saat ini sudah mulai terlihat turun karena memang pasokan sudah cukup banyak.

"Kemarin katanya cabai itu naik tinggi karena petani banyak yang gagal panen. Jadi stok berkurang, makanya harganya gila-gilaan," tuturya.

Baca juga: Lebih Pedas dari Rasanya, Harga Cabai di Pasar Koja Meroket Capai Rp.140.000 Pedagang Menjerit

Kendati harga cabai rawit merah telah turun, Wati dan pedagang lainnya masih kesulitan menjual cabai rawit merah kepada konsumen. Sebab, kata dia, harga tersebut belum masih jauh dari angka normal dan nilainya masih sangat tinggi.

"Biasanya Rp40-50 ribu per kilogram. Pembeli sekarang mikir dulu kalau mau beli, makanya nggak ada yang berani beli banyak-banyak," ucapnya.

Sementara itu, Yuni (34), pemilik warteg di wilayah Jatinegara menuturkan, kenaikan harga cabai rawit merah menyulitkan warga. Terlebih, cabai rawit merah menjadi bahan utama dalam membuat berbagai macam kuliner khas Indonesia.

"Saya punya usaha rumah makan, pelanggan kan setiap hari datang maunya pasti harus ada sambal. Jadi saya akalinnya takaran cabainya dikurangin, jadi enggak pedas," tuturnya.

Baca juga: Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket, Tapi Kualitasnya Turun

Atas kondisi itu, Yuni dan warga lainnya berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menurunkan harga cabai. Pasalnya, tingginya harga cabai sudah terjadi selama beberapa bulan ini namun belum ada juga jalan keluarnya.

"Kalau begini terus jualan juga nggak ada untungnya, karena bahan baku mahal, sementara jualan masih tetap normal," pungkasnya. (ifand/ys)


Berita Terkait


News Update