Kenaikan Harga Bahan Pokok Berimbas Pada Pemilik Rumah Makan Padang, Kini Memilih Mengurangi Jumlah Belanja

Rabu 03 Mar 2021, 19:47 WIB
Makanan yang dijual di rumah makan padang Putra Minang. (Cr01)

Makanan yang dijual di rumah makan padang Putra Minang. (Cr01)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kenaikan harga kebutuhan pokok seperti cabai, bawang, hingga daging berimbas pada pendapatan dan penjualan pemilik rumah makan.

Ramli (50), pemilik rumah makan padang Putra Minang di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat mengatakan dirinya sengaja mengurangi pembelian daging dan cabai lantaran harga yang terus mengalami kenaikan.

"Dari belanjanya tadinya bisa dapat satu kilo paling dapat setengah kilo karena harga kan mahal kaya daging kaya cabai," ujar Ramli kepada poskota, Rabu (03/03/2021).

Baca juga: Pengusaha Warung Makan Padang Kurangi Stok Lauk Rendang Imbas Daging Sapi Sulit Didapat

Ramli mengatakan terpaksa mengurangi pembelian daging sapi dan ayang agar tetap bisa bertahan, terlebih di tengah pandemi Covid-19.

"Dikurangin, tadinya umpamanya (beli) berapa kilo di kurangin separuhnya. Bukan daging aja ya, ayam juga kaya gitu, ayam juga naik harganya kan," jelasnya.

Namun Ramli mengaku, meski harga cabai tinggi ia tidak mengurangi jumlah cabai dalam pembuatan sambal. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas sambal pada masakannya.

"Cabe gak ada di kurangin tetap aja begitu soalnya kalo dikurangin rasanya berubah, beda rasa. Biarpun harga tinggi tetap kita soalnya kan kebutuhan kita," tandasnya.

Baca juga: Tempe Menghilang, Pedagang Warteg Kelimpungan: Tak Ada Lagi Makanan Pelengkap Sehari-hari

Semenjak pandemi Covid-19 ini, ditambah dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok membuat Ramli harus merogoh kocek pengeluaran lebih besar untuk berbelanja.

"Dari segi keuangan ya pengaruhnya disitu, tadinya belanja umpamanya sekian dikurangin, yang pertama. Kedua duitnya juga lebih banyak kepakainya, pengaruhnya dari keuangan," ucapnya.

Ramli menambahkan, meski harga daging juga melambung tapi ia tidak mengurangi ukuran pada daging rendang yang dijual. Karena untuk menjaga citra rumah makan padang Pitra Minang milik grupnya tersebut.

"Kalo masalah harga naik-naik dikit ada, tapi ya sesuai dengan keadaan kebutuhan orang juga," tukasnya.

Ramli berharap agar kondisi seperti ini bisa cepat selesai. Ia juga menginginkan agar harga kebutuhan pokok bisa kembali normal seperti semula.

"Boleh naik tapi naiknya jangan terlalu tinggi sesuai lah soalnya keadaan sekarang lagi Covid-19, daya beli orang kurang harga tinggi jadi masyarakatnya menjerit," tutupnya. (cr01/tha)


Berita Terkait


News Update