Virus Corona Masuk Indonesia, Masker Harga Selangit Tetap Diburu

Selasa 03 Mar 2020, 06:35 WIB
Pedagang masker di pasar pasar Pramuka yang diserbu pembeli. (Ifand)
Pedagang masker di pasar pasar Pramuka yang diserbu pembeli. (Ifand)

JAKARTA  - Dua orang warga Indonesia positif terjangkit virus corona, para pedagang obat di Pasar  Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin (2/3/2020) langsung diserbu warga untuk membeli masker. Masker tetap diburu meski  harga masker melambung tinggi selangit lantaran keterbatasan stok dan permintaan yang sangat tinggi. 

Nando (48), pembeli mengatakan, datangnya ia ke pasar Pramuka untuk membeli masker yang diminta perusahaannya. Namun, ia sangat kaget lantaran harga yang dijual saat ini sudah sangat melambung tinggi. "Saya diminta perusahaan mencari masker 3M 820 tapi harganya luar biasa mahal," katanya, Senin (2/3).

Menurut Nando, untuk masker 3M 820 saat ini dijual seharga Rp1,5 juta perkotak dengan isi 29 buah. Masker itu diklaim sejumlah pedagang berstandar Internasional dibutuhkan perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi.

"Soalnya saya beli itu untuk dipakai 30 karyawan. Hal itu diminta kantor setelah adanya pernyataan presiden Jokowi kalau ada warga kita yang kena corona," ujarnya.

Lain lagi dengan Rena ( 32), pembeli yang juga datang ke pasar Pramuka mengaku, sedang mencari masker jenis N-95 dan 3 Ply. Namun ia membeli masker untuk kepentingan pribadinya untuk melindungi diri. "Khawatir tertular saja sih, karena kan di kantor banyak orang, banyak tamu juga," tuturnya.

Menuru  Rena, dari penjelasan pedagang stok masker N-95 kini tak bisa lagi ditemukan di penjual mana pun. Sehingga ia memutuskan untuk membeli masker umum bertipe 3 Ply.

"Ini saja sudah dibanderol Rp300 ribu per box atau naik dari harga normal berkisar Rp80 ribu per box. Tapi ini teman-teman kantor pada nitip juga, makanya beli banyak," terangnya.

Sementara itu, Ikhsan ( 31), pedagang mengatakan, saat ini harga masker memang kembali melambung. Pasalnya, stok yang ada di pasar Pramuka semakin sedikit namun permintaan sangat tinggi.

"Stok yang saya punya 500 box jenis 3 Ply sudah habis semua, sisanya jenis 3M 1860 seharga Rp2 juta per box isi 20 pc dan 3M 820 seharga Rp1,5 juta per box isi 20 pc," katanya.

Meski harganya sudah melambung, Ikhsan mengaku persediaan beberapa jenis masker relatif aman hingga Rabu (4/3). Pasalnya, beberapa jenis masker masih ia siapkan untuk masyarakat. "Hari ini saya baru menyetok lagi masker jenis Sensitif sebanyak 250 box, kelihatannya masih aman sampai lusa," terangnya.

Dijelaskan Ikhsan, untuk harga masker merk Sensitif di tingkat pedagang berkisar Rp350 ribu per kotak (box) isi 50 lembar. Harga itu diketahui melonjak dari harga sebelumnya berkisar Rp20 ribu per kotak. "Karena banyak yang cari, ada beberapa pedagang menjual eceran dengan harga Rp12 ribu isi dua lembar per kemasan," sambungnya.

Sementara itu, Nugroho, 41, pedagang lainnya mengatakan, pernyataan akan terjangkitnya dua warga Indonesia yang positif terjangkit virus corona membuat panik warga. Pasalnya, penjualan masker jenis Sensitif laku sebanyak 200 kotak dalam tiga jam. "Memang rata-rata pembeli bukan konsumen langsung, mereka buat dijual lagi," katanya.

Namun, Nugroho mengaku, untuk masker yang direkomendasikan medis jenis N95 sudah ludes terjual sejak sepekan lalu, lantaran diborong pembeli dari luar negeri untuk dikirim menggunakan kargo. Namun, stok masker di lapaknya masih tersisa untuk dijual beberapa hari ke depan. "Masih ada 400-an boks lagi masker berbagai jenis. Kalau saya perkirakan bisa laku sampai sepekan ke depan," pungkasnya. (Ifand/win)


News Update