JAKARTA - Hari Kian Sepi Pengunjung Selepas senja, kawasan hunian ini berubah gemerlap. Lampu warna warni berkelip menghiasi dinding rumah yang disulap menjadi kafe berjejer di sepanjang jalan gang. Dentuman musik berirama cepat bersahutan di setiap kafe-kafe dengan bangunan model semi permanen itu. Ajakan dan rayuan supaya mampir ke salah satu kafe terlontar dari mulut wanita berpenampilan aduhai dengan dandanan yang diharapkan menarik minat para lelaki hidung belang untuk mampir ke kafe tempat mereka ‘bertugas’. Semakin malam, musik saling bersahutan di antara kafe – kafe di kawasan Lokalisasi Rawamalang, Cilincing, Jakarta Utara itu. Lokalisasi yang identik dengan kelas bawah ini merupakan kawasan prostitusi tersembunyi. Cukup sulit menemukan lokalisasi yang berada di pinggiran Kali Cakung Drain , Cilincing tersebut. Untuk menuju ke lokasi disarankan menggunakan sepeda motor, kendati bisa juga membawa mobil walau harus berkendara ekstra waspada lantaran kondisi jalan yang lebarnya hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat. Jalan yang sudah beraspal lumayan meringkankan beban mengendarai mobil menuju lokasi. Lampu warna warni yang berkelip menandakan tempat yang dituju sudah dekat. Di tepi jalan berjejer bangunan kafe namun dengan kondisi tertutup. “Kalau yang di sini sudah pada tutup kafenya , “ sebut seorang pemuda warga setempat ketika ditanya lokasi pasti Rawamalang. “Sekitar seratus meteran ke depan lagi pak, ada jembatan masuk ke dalam. Mobil parkir di depan jembatan aja pak, karena nggak tau bisa masuk ke dalam,” timpal lelaki yang menjual bensin eceran itu. Jembatan yang dimaksud ternyata merupakan tempat menyebrang dari jalan yang dipisah Kali Cakung Drain. Setelah berjalan kaki sekitar 50 meter, cahaya lampu warna warni semakin marak, dari jarak itu dentuman musik kian nyaring terdengar. Jam saat itu menunjukkan pukul 20. 30. Melintasi Pemakam EnYang menarik dan cukup mencengangkan adalah saat memasuki kawasan, pengunjung bakal disambut area pemakaman sebelum menyusuri gang. Di sepanjang gang dengan kondisi jalan setapak, sambutan hangat para wanita bergantian meminta kafe yang mereka jaga agar dikunjungi. “Mampir mas, mau santai di sini aja. Tempatnya enak full music,” ucap wanita muda bergaun hijau. Sementara di sebarang, perempuan tak kalah seksi melontarkan rayuan supaya singgah di kafe yang bangunannya sudah termakan usia itu. Adapun bangunan tampak dengan warna yang mencolok sehingga menarik perhatian bagi yang melewatinya. Ada warna hijau, merah muda, cokelat, dan biru. Bangunan tersebu neberderet memanjang. Di depan masing-masing bangunan, disediakan tempat duduk kayu. Ada juga bangunan yang dindingnya yang bergambar dewi-dewi serta ular bertuliskan “Welcome Karaoke”. Bangunan-bangunan tersebut terlihat sepi, tanpa tamu alias pengunjung. Hanya dentuman musik dan lampu disko. “Sekarang kondisinya sudah sepi mas,” kata lelaki pengelola salah satu karfe yang dikunjungi. Berwarna biru, dinding kafe sudah tak lagi mulus apalagi bersih lantaran banyak cat mengelupas. Di bagian atap ruangan depan , plafon pun tak sedikit yang bolong. Rupanya pemilik kafe tak lagi memikirkan perawatan mengingat kondisi yang semakin sepi pengunjung. Ada beberapa pegawai di kafe itu yang terlihat langsung sibuk, mengoperasionalkan musik karaoke dan menyiapakan orderan imminum. Calam, 50. Lelaki asal Brebes, Jawa Tengah ini sudah 15 tahun bekerja di kafe milik seorang wanita asal Subang, Jawa Barat itu. “Mulai terasa sepi sekitar 10 tahun lalu. Saat itu masih ada sekitar 40 kafe , sekarang sisa hampir separuhnya. Itu buka kalau ada tamu saja,” paparnya. Setelah menyuguhkan tiga botol minuman , pria paruh baya itu kembali bercerita saat kafe yang dikelolanya berjaya. “Rame saat Kramat Tunggak dibongkar, konsumen banyak yang ke tempat ini. Begitupun cewek-ceweknya,” terang bapak dua anak ini. Terkenal dengan sebutan lokalisasi kelas bawah, Rawa Malang kerap disasar para pekerja kasar seperti sopir truk dan pegawai pabrik. Kerasnya persaingan, saat itu tarif kencan relatif bersaing . “Sekarang tarif cewek sama kayak di kafe-kafe lain di luar sini mas,” ucap Calam sambil memanggil salah satu wanita berusia sekitar 25 tahun. “Tarifnya 300 ribu short time,” katanya berbisik. Dewi (23), asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku terjun ke lokalisasi Rawamalang lantaran sulit untuk bisa mendapatkan uang karena hanya lulusan Sekolah Dasar. “Tidak ada pilihan lain. Keluarga saya di kampung hidup susah, orangtua nggak ada kerjaan tetap, adek saya masih ada empat,” tuturnya. Bapaknya merupakan buruh lepas tani, dimana pada musim kemarau ini sawah di kampung tak bisa dipanen. “Biar sepi udah ga ada tamu di sini saya mencoba bertahan, meskipun nggak rame kayak tiga empat tahun lalu, seminggu sekali masih dapat tamu,” ceritanya. Menurutnya, untuk sekali kencan masuk kamar tarifnya Rp300 ribu sudah berikut sewa kamar. Namun dari jumlah itu tidak seluruhnya dia peroleh, tapi dipotong sewa kamar dan lain-lain. “Kalau lagi tamunya baik kadang ditambahin uang tips, tapi sejak sepi tamu jangankan uang tips buat ngamar aja kadang masih nawar di bawah tiga ratus ribu,”ungkapnya. Lantaran sepinya pengunjung dalam lima tahun terakhir, satu persatu penghuni Rawamalang meninggalkan lokasilisasi tersebut. Keberadaannya kalah dengan tempt-tempat hiburan malam yang baru menjamur di sekitar jalan raya Cilincing seberang Bogasari. Menurunya banyak dari wanita penghibur tersebut beralih bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). “Mungkin dengan profesi itu, penghasilan mereka lebih pasti untuk memenuhi kebutuhan seharo-hari,” imbuhnya. Terlebih banyak calo Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang datang menawarkan pekerjaan tersebut ke luar negeri terutama Taiwan, Bangkok, Hongkong, China, Arab, Korea dan negara lainnya. Dengan pertimbangan seperti itulah, lebih dari separuh penghuni Rawalang kini meninggalkan lokalisasi tempat mereka megadu nasib dari kampung halamannya. “Dari pada susah nyari uang di sini (Rawamalang) teman-teman akhirnya pergi jadi tki,” pungkasnya.(yahya/dwi/ruh/st)
PSK Rawamalang Beralih Jadi PRT
Selasa 17 Sep 2019, 08:39 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Pelaku Pelecehan 12 Bocah Laki-Laki di Tangerang Dibekuk Polisi
Kamis 07 Mei 2026, 21:43 WIB
OTOMOTIF
Busi Motor Mulai Bermasalah? Ini 4 Tanda yang Sering Diabaikan Pengendara
07 Mei 2026, 21:38 WIB
JAKARTA RAYA
Ekonomi Jakarta Bertumbuh, Ekonom Sarankan Pemerintah Perkuat Sektor Ini
07 Mei 2026, 21:34 WIB
JAKARTA RAYA
Wilayah Tambora Jakarta Barat jadi RW Kumuh Ekstrem, Pemerintah Terapkan Hal Ini
07 Mei 2026, 20:38 WIB
JAKARTA RAYA
Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun 52 Persen, Pramono Anung Minta Data Diperdalam Lagi
07 Mei 2026, 20:19 WIB
TEKNO
Heboh AI Diduga Pakai Wajah Pengguna untuk Foto Orang Lain, Ini Faktanya
07 Mei 2026, 20:00 WIB
Nasional
Instagram Bersih-Bersih Akun Palsu, Followers Banyak Pengguna Anjlok
07 Mei 2026, 19:10 WIB
HIBURAN
Gaji Bunda Corla Kerja di Warnet Jerman Berapa? Segini Penghasilannya per Jam
07 Mei 2026, 19:06 WIB
HIBURAN
Mengenal Shafeea Ahmad, Anak Ahmad Dhani yang Disebut Putri di antara Para Pangeran
07 Mei 2026, 18:45 WIB
OTOMOTIF
Yadea OSTA dan VELAX U Tempuh 150 Km Lebih, Peserta Ungkap Pengalaman Riding
07 Mei 2026, 18:35 WIB
JAKARTA RAYA
Panel Listrik Meledak, Gudang Oli di Penjaringan Jakarta Utara Terbakar
07 Mei 2026, 18:29 WIB
Daerah
Akibat Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi, Pertamina Setop Pasokan Solar di SPBU Nameng Lebak selama 14 Hari
07 Mei 2026, 18:26 WIB
EKONOMI
Kemensos Konsultasi ke KPK soal Pengadaan Barang dan Jasa Sekolah Rakyat
07 Mei 2026, 18:15 WIB
Daerah
Anak dan Istri Rudy Mas'ud Siapa serta Berapa Kekayaannya? Jadi Sorotan usai Anggaran Laundry Rp450 Juta Viral
07 Mei 2026, 18:02 WIB
EKONOMI
Wujudkan Generasi Unggul, Bank Mandiri Bagikan Ribuan Paket Buku melalui Mandiri Peduli Sekolah
07 Mei 2026, 17:54 WIB
JAKARTA RAYA
Pemkab Tangerang Rencanakan Pembangunan Tempat Manasik Haji di Tigaraksa
07 Mei 2026, 17:51 WIB
JAKARTA RAYA
Ganggu Drainase, Bangunan Liar Diatas Saluran Air Dibongkar Pemkot Jakarta Barat
07 Mei 2026, 17:48 WIB