Soal Kubu Jokowi Bakal Menyerang, Faldo : Bukti Performa Buruk

Sabtu 15 Des 2018, 01:21 WIB

JAKARTA -Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyindir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang memutuskan bermain menyerang. Kubu Prabowo menyebut strategi itu bukti dari performa pemain buruk. "Selama ini, bukannya sudah sangat ofensif?" ungkap jubir BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini menanggapi strategi baru TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, lewat pesan singkat, Jumat (14/12). Strategi untuk bermain menyerang disampaikan oleh Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir. Faldo lalu mengomentari soal posisi Erick yang dinilainya mengatur strategi baru karena melihat adanya 'celah' dari pola-pola kerja TKN Jokowi-Ma'ruf. BERBAIK SANGKA "Kami selalu coba berbaik sangka. Pak Erick kan di Italia dipanggilnya Il Presidente karena jadi pemilik klub sepakbola raksasa, di sini jadi ketua timses dan panitia. Beliau tahu kapan harus menyerang dan bertahan," sebut politikus PAN itu. "Mungkin memang, strategi beliau selama ini tidak terlalu bekerja, performa pemainnya juga buruk, jadi harus ubah strategi untuk keluar dari tekanan, ya tidak apa-apa juga," imbuh Faldo. Erick Thohir sebelumnya mengatakan selama ini kubu pasangan nomor urut 01 lebih sering defensif. Bahkan, menurut Erick, selama ini pelaporan terhadap Jokowi-Ma'ruf tidak benar adanya. Oleh sebab itu, mau tidak mau kini timses Jokowi-Ma'ruf diminta beralih ke mode 'menyerang'. Faldo menyoroti pernyataan Erick. Menurutnya apa yang disampaikan Erick merupakan strategi untuk menaikkan citra kubu Jokowi-Ma'ruf sebagai pelabelan yang bertolak belakang dengan pihak lawan, dalam hal ini adalah tim Prabowo-Sandiaga. "Saya Pancasila, anda bukan. Saya toleran, anda radikal. Saya demokratis, anda Orba. Saya jujur, anda hoax. Kan sentimen itu yang dimainkan terus oleh pihak petahana," kata Faldo. Strategi yang digunakan Erick Thohir dinilainya bisa berpotensi memecah belah masyarakat. "Pernyataan ingin menyerang ini juga bagian dari membelah-belah. 'Sekarang, saatnya kami yang menyerang, selama ini kami terzalimi'. Kan pesannya itu," tutup Faldo.(*/bu)


News Update