Toping Pohon Besar Mendesak Dilakukan

Jumat 23 Nov 2018, 04:47 WIB

MEMASUKI akhir tahun, iklim di berbagai wilayah di Indonesia mulai ekstrim. Di wilayah Jabodetabek, cuaca juga mulai tak menentu seiring memasuki musim penghujan. Di Bodetabek, hujan deras mengakibatkan genangan cukup tinggi. Begitu pula di Jakarta, derasnya guyuran hujan menimbulkan genangan di beberapa titik. Hasil monitoring dan analisis BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia selama beberapa pekan ini berdampak pada bencana hidrometeorologi antara lain banjir, longsor maupun puting beliung. BMKG juga mengeluarkan prediksi prakiraan cuaca serta peringatan dini tentang potensi hujan deras yang bisa menimbulkan bencana. Dampak dari bencana hidrometeorologi sudah dirasakan di Jakarta, Kamis (22/11/2018). Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan 43 pohon di Jakarta Pusat tumbang. Patahan pohon menimpa 6 mobil, 1 sepeda motor dan 2 bangunan. Fenomena langka juga terjadi di wilayah Tanah Abang, yaitu hujan butiran es. Menghadapi cuaca ekstrim yang diperkirakan masih terjadi beberapa bulan ke depan seiring musim hujan, semua harus siap. Bukan hanya antisipasi datangnya banjir, tapi dampak cuaca ekstrem seperti angin kencang, harus segera diantisipasi. Langkah cepat yang harus segera dilakukan, antara lain toping pohon yang rawan tumbang. Di sejumlah ruas jalan di lima wilayah Jakarta terdapat puluhan ribu pohon berbagai jenis seperti Mahoni, Angsana, Tanjung, pohon Bintaro dan jenis lainnya. Pohon-pohon tersebut rawan tumbang atau dahannya patah (sempal) saat cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi bila tidak dilakukan penopingan. Terlebih banyak pohon tua berusia di atas 20 tahun yang berpotensi sempal bila tidak segera dipangkas. Ancaman bahaya saat intensitas hujan tinggi serta cuaca ekstrem bukan hanya pohon tumbang. Melainkan juga papan reklame atau billboard rawan roboh. Februari tahun lalu, saat musim penghujan, dua papan reklame berukuran ‘raksasa’ di kawasan Slipi, Jakarta Barat, roboh menimpa dua mobil dan satu sepeda motor. Mencegah insiden ini terulang lagi, Pemprov DKI harus mengawasi dan menertibkan papan reklame yang berpotensi roboh. Antisipasi dampak dari cuaca ekstrem harus dilakukan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Mencegah jadi korban bencana, saat cuaca ekstrem warga terutama pengendara lebih baik menghindari kawasan-kawasan yang berpotensi menimbulkan bahaya. **


News Update